Alumni Undana Jembatani Kemitraan Taktis dengan Bappenas RI

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah pendekatannya yang menekankan kemandirian usaha, di mana peternak didorong untuk berkembang melalui penguatan kapasitas, akses pasar, dan kemitraan yang saling menguntungkan,” ulas Frans

KUPANG,MEDIASINTT.COM –  Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu langkah taktis yang dioptimalkan kampus negeri ini adalah dengan memelihara peran alumni berprestasi untuk menjembatani kolaborasi strategis antara dunia akademik kampus dengan instansi pemerintah pusat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif Sefrans Banamtuan, S.Pt., M.Pt., alumni FPKP Undana yang kini kembali ke almamaternya sembari tetap mengawal tugas nasional di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI.

Lulusan program sarjana dan magister Undana yang akrab disapa Frans ini sebelumnya dipercaya sebagai Community Development Officer (CDO) Kementerian PPN/Bappenas untuk mengawal Program Kemitraan Strategis komoditas sapi potong di Kabupaten Kupang.

Selama hampir enam tahun bertugas di lapangan, Frans memikul tanggung jawab teknis dalam mentransformasikan pola peternakan tradisional masyarakat menjadi unit bisnis mandiri yang terhubung langsung dengan off-taker (mitra pasar).

Kemitraan terstruktur yang ia bangun dengan pihak off-taker berhasil mengunci stabilitas harga, melindungi para peternak dari jerat kerugian akibat gagal jual, serta menumbuhkan posisi tawar yang kuat bagi masyarakat desa.

Hubungan erat antara dunia akademik Undana dan praktik lapangan tersebut juga dibuktikan Frans saat menempuh studi S2 di FPKP Undana melalui Beasiswa Unggulan pada tahun 2023. Guna mendukung efisiensi kerja lapangan sekaligus memberikan solusi ilmiah bagi kelompok peternak binaan, ia mengintegrasikan data pekerjaannya ke dalam riset tesis yang menganalisis produksi serta nilai ekonomi sapi Bali betina afkir, hingga resmi lulus pada tahun 2025.

“Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah pendekatannya yang menekankan kemandirian usaha, di mana peternak didorong untuk berkembang melalui penguatan kapasitas, akses pasar, dan kemitraan yang saling menguntungkan. Keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan bagi orang lain,” ulas Frans mengenai perannya.

Sekembalinya ke FPKP Undana sebagai asisten pengajar dan konsultan independen, Frans kini bertugas mengaitkan kemitraan taktis antara lingkungan kampus dengan Kementerian PPN/Bappenas. Melalui peran ganda ini, ia berkomitmen untuk menghilirkan berbagai hasil riset ilmiah Undana menjadi solusi konkret di tengah masyarakat.

Di sisi lain, kehadiran jejaring ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan kurikulum pengajaran FPKP Undana dengan kebutuhan riil industri peternakan nasional. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat memperkokoh posisi Undana dalam mencetak lulusan yang inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan dampak langsung bagi pembangunan sektor peternakan di wilayah NTT.

Fasilitasi kemitraan taktis antara Undana dan Bappenas RI melalui peran alumni ini membawa dampak ekonomi yang sangat krusial bagi ekosistem peternakan di Nusa Tenggara Timur. Selama ini, para peternak sapi potong di NTT kerap terjebak dalam pola peternakan tradisional yang rentan dieksploitasi oleh rantai tengkulak.

Ketiadaan akses pasar langsung dan minimnya kepastian off-taker membuat peternak lokal kerap mengalami gagal jual atau terpaksa menjual ternaknya dengan harga sangat rendah saat terjadi lonjakan beban pakan, sementara hasil riset peternakan dari kampus sering kali hanya berhenti sebagai dokumen akademis tanpa pernah menyentuh perbaikan sistem usaha di lapangan.

Pola peternakan yang tidak terhubung dengan rantai pasok nasional ini terbukti melanggengkan kerentanan ekonomi masyarakat pedesaan. Melalui integrasi riset kampus dan jejaring off-taker Bappenas RI ini, pola kerugian sistematis tersebut berhasil diputus. Para peternak binaan kini mengantongi jaminan kepastian harga dan posisi tawar yang kuat berkat jaringan mitra pasar yang stabil, sehingga risiko kerugian akibat gagal jual dapat tereliminasi.

Bagi lingkungan Undana, masuknya data riset riil dan penyesuaian kurikulum berbasis kebutuhan Bappenas memastikan bahwa riset-riset akademis kampus tidak lagi mengendap di perpustakaan, melainkan langsung terhilirisasi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat NTT. (SEL)

 

Berita Terkait

Rektor Jefri Balle Evaluasi Tantangan Dihadapi FISIP Undana
Undana Lakukan Pelatihan Usaha Ternak Bagi Peternak Di Kabupaten Kupang
Pascasarjana Ilmu Komunikasi Undana Tembus Top 15 Indonesia
Undana Bantu Rehabilitasi Ruangan Belajar SD GMIT 2 Kuanino Kota Kupang
Undana Menggelar Tes Kemampuan Akademim Bagi Kepala SMA Di NTT
Tingkatkan Citra Publik, Humas Undana Gelar Pendampingan Pengelolaan Media Digital RSU Undana
FKM Undana Gelar Kegiatan PKM “Pandai Digital”
Mahasiswa Undana Raih Juara Adventure Off-Road 2026

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:37

Rektor Jefri Balle Evaluasi Tantangan Dihadapi FISIP Undana

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:13

Undana Lakukan Pelatihan Usaha Ternak Bagi Peternak Di Kabupaten Kupang

Selasa, 29 September 2026 - 15:25

Undana Bantu Rehabilitasi Ruangan Belajar SD GMIT 2 Kuanino Kota Kupang

Senin, 28 September 2026 - 21:08

Undana Menggelar Tes Kemampuan Akademim Bagi Kepala SMA Di NTT

Minggu, 27 September 2026 - 17:17

Tingkatkan Citra Publik, Humas Undana Gelar Pendampingan Pengelolaan Media Digital RSU Undana

Berita Terbaru

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Wali Kota Christian Widodo Pimpin Pembahasan RDTR Kota Kupang

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:47

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Rektor Jefri Balle Evaluasi Tantangan Dihadapi FISIP Undana

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:37

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Lakukan Pelatihan Usaha Ternak Bagi Peternak Di Kabupaten Kupang

Kamis, 1 Okt 2026 - 20:13

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kapolda NTT Meninjau Lokasi Pembibitan Kelor Di Kabupaten Kupang

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:35