“Cita-cita kita bukan hanya menghasilkan lulusan atau memproduksi sarjana, kemudian setelah itu dilepas begitu saja. Kita ingin lulusan yang dipersiapkan dan diorganisasi dengan baik agar terus bermanfaat bagi pembangunan, masyarakat, dan kehidupan bersama,”
KUPANG,MEDIASI NTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) mematangkan pembentukan wadah organisasi alumni secara resmi sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan puluhan ribu lulusan, memperkuat jejaring profesional, serta mendorong kontribusi nyata alumni bagi pembangunan masyarakat.
Persiapan pembentukan organisasi tersebut dibahas secara khusus dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si., bersama para dekan dan wakil dekan se-lingkungan Undana di Kupang, Selasa (13/10/2026).
Rapat ini digelar guna mempersiapkan pelaksanaan Kongres Alumni Undana perdana yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026 atau berdekatan dengan semarak gelaran Undana Festival pada awal November 2026. Penyelenggaraan Kongres Alumni dan pembentukan ikatan alumni resmi akan menjadi wadah terstruktur ini menjadi pilar utama dalam memperkuat sistem pemantauan kelulusan (tracer study), pemetaan relevansi kurikulum dengan dunia kerja, serta sinergi jejaring karier mahasiswa.
Terkonsolidasinya sekitar 38.000 alumni Undana yang tersebar di berbagai sektor mulai dari pemerintahan, swasta, pendidikan, hingga profesional akan mempercepat perumusan solusi pembangunan berbasis kepakaran, penguatan ekonomi lokal, serta aksi sosial secara berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur dan skala nasional.
Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si., menegaskan bahwa pembentukan organisasi alumni merupakan kebutuhan mendesak mengingat besarnya potensi lulusan Undana yang kini berkiprah di berbagai daerah. Berdasarkan data konsolidasi sementara, kampus mencatat sekitar 38.000 alumni telah terdata secara resmi. Lembaga berkomitmen agar para lulusan tidak sekadar dilepas usai wisuda, melainkan tetap terhubung dalam satu ikatan yang terorganisasi demi menyalurkan energi positif Undana Berdampak bagi kehidupan bermasyarakat.
“Sudah saatnya organisasi alumni dibentuk. Cita-cita kita bukan hanya menghasilkan lulusan atau memproduksi sarjana, kemudian setelah itu dilepas begitu saja. Kita ingin lulusan yang dipersiapkan dan diorganisasi dengan baik agar terus bermanfaat bagi pembangunan, masyarakat, dan kehidupan bersama,” ujarnya.
Panitia pembentukan organisasi alumni tercatat telah bekerja intensif selama hampir dua bulan untuk menyusun draf landasan organisasi. Persiapan teknis yang tengah dirampungkan meliputi penetapan jadwal, konsolidasi data peserta, perancangan draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga perancangan logo resmi identitas alumni. Draf AD/ART tersebut nantinya akan dibahas dan disahkan secara bersama dalam forum kongres untuk menentukan struktur kepengurusan pusat serta garis besar program kerja alumni ke depan.
Guna menjangkau ketersebaran lulusan di berbagai wilayah perdesaan hingga luar Provinsi NTT, organisasi alumni Undana dirancang memiliki Pengurus Pusat serta perwakilan chapter di tingkat kabupaten/kota. Struktur hingga tingkat daerah ini disiapkan agar komunikasi dan pelaksanaan program kerja dapat berjalan lebih efektif dan rutin. Selain itu, panitia merancang program apresiasi Alumni Award bagi para lulusan yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.
Rencana pembentukan organisasi ini mendapat sambutan amat positif dari berbagai generasi alumni serta jajaran pimpinan fakultas. Dekan FKIP Undana Prof. Melkisedek Taneo dan Wakil Dekan I FPKP Undana Dr. Tian Liufeto menyatakan dukungan penuhnya, seraya mengingatkan pentingnya mekanisme partisipasi berbasis wilayah kepulauan serta keselarasan program antara alumni fakultas dan universitas. Kembalinya keterikatan para alumni senior dan muda diyakini akan memperkuat kolaborasi almamater, termasuk melalui partisipasi seni budaya dalam rangkaian Undana Festival.
“Alumni Undana telah tersebar luas dan menempati berbagai posisi strategis. Kondisi ini merupakan potensi besar yang perlu dikelola melalui komunikasi terarah agar membuka peluang kolaborasi nyata antara alumni, kampus, dan masyarakat,” ungkap Dekan FKIP Undana.
Melalui wadah alumni yang solid, Undana menargetkan peningkatkan kualitas pelaksanaan tracer study guna merekam rekam jejak karier lulusan secara presisi. Data ilmiah tersebut sangat berguna untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran kampus sekaligus membuka peluang kerja sama profesional antar-alumni dan mahasiswa baru. Keterhubungan ini menjadi jembatan hidup antara institusi pendidikan dan dinamika kebutuhan dunia kerja modern.
Persiapan Kongres Alumni dan gelaran Undana Festival 2026 menandai era baru konsolidasi kekuatan akademis dan alumni Undana. Universitas bertekad memastikan bahwa wadah ini terus bergerak secara aktif dan menghasilkan program aksi nyata setelah pelantikan pengurus. Sinergi terpadu antara 38 ribu alumni dan almamater diharapkan menjadi pendorong utama akselerasi pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kemajuan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (ben)















