“Bantuan ini adalah berkat yang harus diterima dan dikelola dengan baik. Saya bersama pimpinan dan anggota DPRD terus berjuang agar bantuan dari pemerintah pusat dapat masuk ke Kabupaten Kupang dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Bupati Yosef Lede.
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Bupati Kupang Yosef Lede, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), sarana produksi, dan benih kepada kelompok tani sebagai upaya meningkatkan produksi hasil pertanian milik petani.
Penyerahan yang berlangsung pada Senin (19/10/2026) merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mendukung aktivitas pertanian, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan yang berperan penting dalam mewujudkan visi pembangunan Menuju Kabupaten Kupang Emas, karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan dukungan bagi petani, termasuk melalui perjuangan memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Bantuan ini adalah berkat yang harus diterima dan dikelola dengan baik. Saya bersama pimpinan dan anggota DPRD terus berjuang agar bantuan dari pemerintah pusat dapat masuk ke Kabupaten Kupang dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Bupati Yosef Lede.
Ia menjelaskan bahwa bantuan pertanian yang disalurkan saat ini merupakan bagian dari alokasi yang diperjuangkan pemerintah daerah bersama DPRD. Penyalurannya dilakukan secara bertahap karena kebutuhan petani masih cukup besar dan belum seluruhnya dapat dipenuhi dalam satu waktu.
Bupati juga menyoroti kondisi cuaca panas berkepanjangan yang berpotensi memengaruhi kegiatan pertanian. Oleh sebab itu, bantuan pompa air diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengairan lahan dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia, seperti sumur dan aliran sungai, sesuai kondisi masing-masing wilayah.
“Saya minta bantuan ini benar-benar digunakan untuk mendukung usaha pertanian. Kalau mendapat pompa air, gunakan untuk mengairi lahan. Benih jagung dan padi harus ditanam, sedangkan bantuan lainnya juga harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jangan disimpan atau dijual, tetapi gunakan agar menghasilkan dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tegasnya.
Bupati menambahkan bahwa pemerintah menginginkan bantuan yang diberikan mampu mendorong petani mengelola lahan secara produktif, meningkatkan hasil pertanian, serta memperoleh pendapatan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pendidikan anak, dan pembangunan rumah.
Ia juga meminta agar pemanfaatan alsintan dilakukan secara bersama-sama melalui kelompok tani sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota. Apabila peralatan mengalami kerusakan, kelompok tani diminta segera melaporkannya kepada pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti.
“Kalau alatnya rusak, sampaikan kepada pemerintah. Yang penting alat itu digunakan dan lahan-lahan yang ada dikelola dengan baik. Jangan sampai bantuan hanya disimpan karena takut rusak. Lebih baik digunakan untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu bagi petani,” katanya.
Bupati menegaskan pembangunan Kabupaten Kupang Emas bukan semata-mata tentang kekayaan sumber daya alam, melainkan terwujudnya masyarakat yang sejahtera, maju, dan makmur.
Mewakili Ketua Kelompok Tani , Bapak Kelin, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kelompok tani. Ia berharap dukungan terhadap sektor pertanian dapat terus berlanjut, termasuk pemenuhan kebutuhan sarana pengairan dan fasilitas pendukung lainnya agar petani dapat mengembangkan usaha secara lebih optimal.
Adapun bantuan yang diserahkan meliputi 50 unit pompa air, satu unit alat pengering jahe, tiga unit tandon air untuk petani tembakau, dua unit mesin pembuat Virgin Coconut Oil (VCO), tiga unit handsprayer, satu paket benih cabai beserta sarana produksi berupa pupuk organik dan mulsa, serta bantuan benih jagung dan benih padi.
Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang Sofia Dehaan, dan Anggota DPRD Kabupaten Kupang Mesak Mbura, Felsiano Amaral, Rudin Amtiran, Deasy Ballo-Foeh, Yusuf Tanu, serta Yermias Pellokila. (ben)











