“Jangan hanya kita menghasilkan banyak, tetapi setelah itu tidak ada pengelolaan yang baik. Kita harus berpikir dari hasil produksi sampai bagaimana hasil itu memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”kata Bupati Yosef Lede
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Bupati Yosef Lede menghadiri Ibadah Syukur Panen Jemaat Imanuel Oesao, yang berlangsung di Gedung Kebaktian GMIT Imanuel Oesao, Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Minggu (09/08/2026) pagi.
Bupati Yosef Lede mengatakan bahwa hasil pertanian dari wilayah Kupang Timur memiliki peran penting bagi pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, bukan hanya bagi masyarakat di wilayah tersebut, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Kupang secara keseluruhan.
Menurutnya, potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Kupang harus dikelola mulai dari hulu sampai hilir, sehingga hasil produksi masyarakat tidak berhenti pada proses menghasilkan pangan, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kupang Timur ini luar biasa. Apa yang dihasilkan dari wilayah ini ikut memberikan makan bagi Kabupaten Kupang. Karena itu, potensi yang kita miliki harus kita jaga dan kembangkan, mulai dari hulu sampai hilir,” Ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan sektor pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, terus berupaya mendorong penguatan sektor pertanian, peningkatan produksi pangan serta berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa hasil pangan yang melimpah harus diikuti dengan pengelolaan yang baik. Produksi pertanian harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengolahan, pemasaran dan pengembangan berbagai potensi pangan lokal.
“Jangan hanya kita menghasilkan banyak, tetapi setelah itu tidak ada pengelolaan yang baik. Kita harus berpikir dari hasil produksi sampai bagaimana hasil itu memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam momentum syukur panen tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk melihat pertanian sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan Kabupaten Kupang. Menurutnya, tanah dan sumber daya alam yang dimiliki daerah merupakan berkat yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Ia menilai bahwa rasa syukur atas hasil panen harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, menjaga lahan pertanian, meningkatkan produktivitas dan memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
“Syukur panen bukan hanya tentang kita bersyukur karena mendapatkan hasil. Syukur juga harus diwujudkan dengan bagaimana kita menjaga tanah, mengolahnya dengan baik dan memastikan hasilnya dapat dinikmati oleh keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Bupati kemudian mengaitkan keberhasilan pembangunan pangan dengan pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang kuat, termasuk melalui peran gereja dan lembaga keagamaan dalam membentuk karakter, kebersamaan dan semangat gotong royong.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yosef Lede juga menyoroti proses pembangunan Gedung Gereja Imanuel Oesao yang telah berlangsung selama kurang lebih 11 tahun.
Ia mengakui bahwa pembangunan sebuah rumah ibadah membutuhkan perjuangan panjang, baik dari sisi pembiayaan maupun dari sisi kebersamaan jemaat. Namun demikian, ia meminta jemaat untuk tidak berputus asa dan terus menjaga semangat persatuan.
“Kalau membangun rumah selama 11 tahun belum selesai, tentu ada rasa kecewa. Tetapi jangan sampai kecewa itu berubah menjadi putus asa. Kita harus terus berjuang karena apa yang kita bangun ini adalah rumah Tuhan,” ungkapnya.
Bupati mengatakan bahwa pembangunan gedung gereja hendaknya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik bangunan, tetapi harus berjalan seiring dengan penguatan persekutuan jemaat.
Menurutnya, gedung gereja yang megah tidak akan memiliki arti apabila tidak dibarengi dengan kehidupan jemaat yang rukun, saling mendukung dan hidup dalam kasih.
“Gedung boleh bagus, tetapi yang paling penting adalah persekutuannya. Jangan sampai gedungnya bagus, tetapi persekutuannya tidak ada. Kekuatan gereja ada pada persekutuan jemaat,” katanya.
Bupati Yosef Lede juga menegaskan bahwa pemerintah daerah dan gereja merupakan mitra dalam pembangunan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus membangun komunikasi, kerja sama dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Pemerintah adalah mitra. Karena itu, kita harus terus membangun kerja sama dan kolaborasi. Kalau ada pergumulan, mari kita bicarakan dan cari jalan keluarnya bersama-sama,” ujarnya.
Di hadapan jemaat, Bupati juga menyampaikan berbagai pergumulan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam melaksanakan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa luas wilayah Kabupaten Kupang dan besarnya kebutuhan masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan anggaran daerah.
Namun demikian, Bupati memastikan pemerintah terus berupaya memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui berbagai program pembangunan serta membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat.
Ia menyebutkan sejumlah dukungan yang diperoleh Kabupaten Kupang, termasuk program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut Bupati, program tersebut menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik dan terjangkau.
“Kita mungkin memiliki keterbatasan anggaran, tetapi kita tidak boleh memiliki keterbatasan niat untuk bekerja. Yang penting adalah apa yang kita kerjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Yosef Lede kembali mengajak Jemaat Imanuel Oesao untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persekutuan dan menyelesaikan pembangunan gedung gereja dengan semangat gotong royong.
Ia berharap pembangunan gedung gereja tersebut dapat segera diselesaikan dan digunakan sebagai tempat persekutuan, pelayanan serta pembinaan iman bagi seluruh jemaat.
“Kalau kita bekerja bersama, berdoa bersama dan menjaga persekutuan, saya yakin Tuhan akan membuka jalan. Mari kita selesaikan apa yang sudah kita mulai dengan baik,” kata Bupati Yosef Lede.
Ibadah Syukur Panen Jemaat Imanuel Oesao dihadiri Camat Kupang Timur Marina Ludji, Lurah Oesao Yoan Redebire, Ketua Majelis Jemaat Imanuel Oesao Dottie A.MA. Fanggidae, dan para pendeta Se-klasis Kupang Timur. (ben)





