“Syukur panen juga mengingatkan kita bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus kita jaga bersam, karena itu, upaya meningkatkan produksi pertanian, menjaga lahan pertanian, memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, serta memperkuat peran petani harus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan di Kabupaten Kupang,”kata Aurum Titu Eki.
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki menegaskan Pesta Pelindung Paroki merupakan momentum untuk memperkuat iman dan kehidupan umat.
Hal itu dikatakan Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki saat menghadiri Perayaan Pesta Pelindung Paroki, Syukur Panen, serta Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Periode 2026–2030 di Paroki Santa Helena Lili-Camplong, Minggu (06/09/2026).
Aurum Obe Titu Eki menegaskanpPesta Pelindung Paroki merupakan momentum untuk memperkuat iman dan kehidupan umat, sementara Syukur Panen menjadi ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas berkat yang diterima sekaligus bentuk penghargaan terhadap kerja keras para petani.
“Syukur panen juga mengingatkan kita bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus kita jaga bersama. Karena itu, upaya meningkatkan produksi pertanian, menjaga lahan pertanian, memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, serta memperkuat peran petani harus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan di Kabupaten Kupang,” ujar Wakil Bupati.
Kepada Dewan Pastoral Paroki yang dilantik untuk periode 2026–2030 agar kepercayaan yang diberikan hari ini dapat dijalankan sebagai panggilan pelayanan dan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, membangun kerja sama yang baik dengan para imam dan seluruh umat, serta turut mendorong kehidupan masyarakat yang semakin solid, mandiri dan peduli terhadap sesama.
“Tugas ini bukan sekadar sebuah tanggung jawab organisasi, melainkan panggilan untuk melayani. Para petugas yang telah dipilih dan dilantik hari ini telah diberkati. Kiranya bukan hanya menjalankan kegiatan organisasi gerejawi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membawakan kasih yang kita kenal dari Tuhan Yesus Kristus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Kupang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang terus membuka ruang kolaborasi dengan gereja, lembaga keagamaan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat. Pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur seperti jalan dan gedung, tetapi juga dari pembangunan manusia, termasuk kekuatan iman, karakter, kepedulian dan semangat kebersamaan masyarakat.
“Pembangunan dalam konteks pemerintahan bukan hanya jalan, bukan hanya gedung fisik yang kita lihat, tetapi juga bagaimana membangun pribadi masyarakat kita, terutama bagaimana kekuatan iman dari masing-masing jemaat dan masyarakat. Untuk itu, kami juga perlu bermitra dengan pihak gereja,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kupang juga menyinggung tantangan yang dihadapi masyarakat, khususnya sektor pertanian, akibat perubahan cuaca dan kondisi iklim yang semakin tidak menentu. Kondisi ini merupakan tantangan yang perlu dihadapi bersama. Karena itu, momentum Syukur Panen tahun ini hendaknya tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas keberhasilan memperoleh hasil pertanian, tetapi juga menjadi pengingat agar masyarakat tetap mengandalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kita saat ini sudah mulai memasuki musim panas, bahkan musim panas ekstrem. Ke depan, mungkin hasil panen kita tidak seperti pengalaman kita sebelumnya. Kalau dahulu kita dapat memperkirakan bulan-bulan untuk mulai menanam dan memanen, ke depan belum tentu kita bisa menentukan kapan mulai menanam dan kapan bisa panen karena cuaca yang berubah-ubah,” jelasnya.
Dia menyampaikan selamat merayakan Pesta Pelindung Paroki Santa Helena Lili-Camplong dan Syukur Panen kepada seluruh umat. Ia juga menyampaikan selamat kepada Dewan Pastoral Paroki Periode 2026–2030 dan berharap seluruh tugas pelayanan dapat dijalankan dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab.
Sementara itu, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni dalam sambutannya menegaskan bahwa rangkaian perayaan hari ini merupakan satu kesatuan momentum iman. Umat diajak untuk tidak hanya menerima berkat, tetapi juga menjadi berkat dengan berbagi kepada sesama, menjaga alam ciptaan dan menghidupi Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Uskup Agung Kupang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan Gereja dalam membangun masyarakat, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan iman.
“Gereja dan pemerintah senantiasa akan berjalan bersama ke depan dalam membangun masyarakat dan perkembangan sumber daya manusia di wilayah Kabupaten Kupang,”.
Turut hadir dalam kegiatan hari ini, Wakil Ketua 1 DPRD Kabupten Kupang Tome Da Costa, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang, Alfons A. Ganggas, Pastor Paroki St. Helena Lili, Para Pastor Rekan, Para Suster, Dewan Pengawas PDAM Kabupaten Kupang, Kepala Instalasi Lili, Danramil 1604-02 Camplong, dan Kapolsek Fatuleu. (ben)





