Pemkab Manggarai Buka Pelayanan Kesehatan Darurat Di Reo

Pemerintah juga melakukan pendataan korban dan kerusakan akibat gempa, termasuk kerusakan fasilitas pemerintah, fasilitas umum, rumah penduduk, serta infrastruktur,” kata Bupati Hery Nabit

KUPANG,MEDIASINTT. COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur membuka tenda darurat guna membantu pelayanan kesehatan bagi korban yang terdampak bencana gempa bumi di Reo, Kecamatan Reo.

Dalam menyikapi terjadinya bencana alam yang melanda Kabupaten Manggarai, Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. telah menerbitkan Surat Pernyataan Bencana Nomor 300.2.2/130/VIII/2026 sebagai tindak lanjut atas bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam surat tersebut, Bupati Manggarai menyatakan bahwa telah terjadi bencana gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum, fasilitas pemerintah, dan rumah-rumah penduduk, serta menimbulkan longsor di sejumlah titik.

Longsor tersebut menyebabkan material menutupi badan jalan dan mengakibatkan sejumlah akses transportasi utama terganggu, termasuk jalur Ruteng–Reo, Ruteng–Iteng, dan Ruteng–Borong.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui BPBD dan stakeholder terkait melakukan sejumlah tindakan cepat untuk menangani dampak bencana.

Langkah pertama yang dilakukan adalah membuka Posko Bencana tingkat Kabupaten dan seluruh kecamatan. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan kondisi wilayah, pendataan dampak bencana, serta penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemerintah juga melakukan pendataan korban dan kerusakan akibat gempa, termasuk kerusakan fasilitas pemerintah, fasilitas umum, rumah penduduk, serta infrastruktur lainnya.

Sejumlah titik badan jalan yang tertutup material longsor mulai ditangani. Pemerintah bersama stakeholder terkait melakukan pembersihan material longsor untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat.

Upaya tersebut menjadi prioritas mengingat akses jalan sangat penting untuk mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, serta proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat lainnya.

Dalam bidang pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mengambil langkah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung.

Tenda sementara disiapkan untuk pelayanan darurat pasien di RSUD Ruteng, RS Pratama Reo, dan Rumah Sakit Santo Rafael Cancar.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi bangunan fasilitas kesehatan sekaligus untuk memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan medis di lokasi yang lebih aman.

Bupati Manggarai juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pemerintah setempat atau Posko Bencana.

Surat Pernyataan Bencana tersebut ditandatangani Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. di Ruteng pada 15 Agustus 2026 dan disampaikan kepada sejumlah pihak terkait, termasuk Kepala BNPB di Jakarta, Gubernur NTT di Kupang, serta Kepala BPBD Provinsi NTT di Kupang.

Pemerintah Kabupaten Manggarai memastikan penanganan dampak bencana akan terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, TNI/Polri, tenaga kesehatan, relawan, serta unsur masyarakat. (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *