PLN Bergerak Cepat Perbaiki Gardu Induk Flores Demi Pulihkan Kelistrikan

Unit Pelaksana Transmisi dan Gardu Induk (UPT) Kupang bergerak cepat selesaikan asesmen Gardu Induk (GI) Pulau Flores.
Unit Pelaksana Transmisi dan Gardu Induk (UPT) Kupang bergerak cepat selesaikan asesmen Gardu Induk (GI) Pulau Flores.

“Pasca-gempa, kami langsung bergerak melakukan asesmen dan pengujian aset transmisi yang terdampak. Kami tidak hanya melihat kondisi fisik secara visual, tetapi juga memastikan keandalan peralatan melalui serangkaian uji teknis presisi sebelum penormalan sistem. Keselamatan personel dan keandalan listrik masyarakat Flores menjadi prioritas utama kami,” ujar Hikmah.

FLORES, MEDIASINTT.COM –   Sebagai upaya memastikan keandalan pasokan listrik pada sistem Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Flores pasca-gempa bumi, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) melalui Unit Pelaksana Transmisi dan Gardu Induk (UPT) Kupang bergerak cepat menyelesaikan asesmen menyeluruh di seluruh Gardu Induk (GI) Pulau Flores.

Bacaan Lainnya

Langkah tanggap darurat dan pemulihan (recovery) ini berhasil diselesaikan pada 17–24 Agustus 2026 berkat kolaborasi erat dengan Tim Bantuan Kendali Operasi (BKO) lintas unit PLN. Tim gabungan tersebut melibatkan BKO PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi, UIP3B Kalimantan, Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UITJBM), Unit Induk Jawa Bagian Tengah (UITJBT), serta Divisi Transmisi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (DIV TKS).

Tim Flores Bagian Barat: Terdiri dari Tim BKO UIP3B Sulawesi dan UITJBM bersama ULTG Flores Barat. Tim ini melakukan pemeriksaan detail di GI Rangko, GI Labuan Bajo, GI Ruteng, GI Ulumbu, GI Borong, dan GI Bajawa.

Tim Flores Bagian Timur: Terdiri dari Tim BKO UITJBT, UIP3B Kalimantan, dan ULTG Flores Timur yang menyisir GI Ende, GI Aesesa, GI Maumere, dan GI Wairita.

Rangkaian pekerjaan diawali dengan asesmen ketat pada peralatan utama Gardu Induk, meliputi pemeriksaan dan pengujian Trafo Tenaga (TFT), Pemutus Tenaga (PMT), Lightning Arrester (LA), Current Transformer (CT), hingga sistem proteksi. Pada Trafo Tenaga, pengujian teknis mendalam dilakukan seperti Sweep Frequency Response Analysis (SFRA), Polarization Index (PI), tan delta winding dan bushing, Dynamic Resistance OLTC, Breakdown Voltage (BDV), hingga penanganan rembesan minyak dan fabrikasi plat busbar 20 kV.

Selain keandalan Gardu Induk, pemeriksaan ketat juga menyasar jaringan transmisi dan tower SUTT. Tim menginspeksi kondisi pondasi, kaki tower, struktur baut, bracing, konduktor, isolator, kawat tanah/OPGW, jarak bebas (clearance), hingga potensi tanah longsor di sekitar tapak tower.

Manager PLN UPT Kupang, Hikmah Prasetia, menegaskan bahwa seluruh langkah pemulihan dilakukan secara menyeluruh dan mengedepankan keamanan.

“Pasca-gempa, kami langsung bergerak melakukan asesmen dan pengujian aset transmisi yang terdampak. Kami tidak hanya melihat kondisi fisik secara visual, tetapi juga memastikan keandalan peralatan melalui serangkaian uji teknis presisi sebelum penormalan sistem. Keselamatan personel dan keandalan listrik masyarakat Flores menjadi prioritas utama kami,” ujar Hikmah.

Hikmah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh personel BKO dari berbagai wilayah Indonesia yang telah bergotong royong membantu pemulihan di Flores.

Dukungan moral dan sinergi juga diperkuat dengan kunjungan kerja manajemen ke lapangan oleh Executive Vice President (EVP) TKS, Abdul Salam Nganro, dan Vice President Operasi Sistem Ketenagalistrikan (VP OSL), Kuncoro, yang meninjau langsung GI 70 kV Borong dan GI 70 kV Ruteng guna memberi motivasi kepada para petugas.

Sementara itu salah sorang Tim BKO dari  PLN UIP3B Sulawesi, Agus Latif, mengungkapkan bahwa kehadiran tim BKO adalah wujud kepedulian dan rasa persaudaraan antar-insan PLN.

“Kami hadir di Flores sebagai bagian dari sinergi PLN untuk mendukung rekan-rekan di sini. Semangatnya adalah bekerja bersama, saling bahu-membahu, agar keandalan sistem kelistrikan Flores dapat pulih secepat mungkin dan aman dioperasikan,” tutur Agus.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistiyono, turut mengapresiasi dedikasi tinggi seluruh tim yang terlibat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh personel. Sinergi lintas unit dan semangat gotong royong ini menjadi bukti komitmen PLN untuk hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjaga pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat Flores,” pungkas Eko.

Seluruh kegiatan asesmen dan recovery ini dilaksanakan dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat. Setiap prosedur diawali dengan safety briefing, pembebasan tegangan, pengecekan kelistrikan, pemasangan grounding lokal, penggunaan APD lengkap, hingga final check sebelum penormalan.

Seiring tuntasnya seluruh rangkaian pengujian pada 24 Agustus 2026, para personel BKO dijadwalkan kembali ke unit masing-masing. Melalui kolaborasi kuat PLN UIW NTT, UPT Kupang, ULTG Flores Barat & Timur, serta unit-unit pendukung BKO, PLN memastikan infrastruktur kelistrikan pasca-gempa di Pulau Flores kini kembali aman, andal, dan siap menopang aktivitas kehidupan masyarakat. (ben)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *