“Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencegahan stunting melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada edukasi gizi, tetapi juga pemberdayaan keluarga,”
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Ayam Petelur Skala Mikro di Lahan Pekarangan Guna Akselerasi Pencegahan Stunting” di Kantor Lurah Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Kamis.
Penyelenggaraan kegiatan ini dalam rangka mendukung percepatan penanganan dan pencegahan stunting di Kota Kupang melalui pendekatan komprehensif yang memadukan pemahaman gizi dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Dengan tersedianya sarana peternakan mandiri di tingkat rumah tangga, keluarga penerima manfaat mampu menyediakan sumber pangan hewani bernutrisi berupa telur secara konsisten sekaligus membuka peluang tambahan manfaat ekonomi rumah tangga.
Kegiatan pengabdian ini secara khusus ditujukan kepada kelompok sasaran di Kelurahan Naioni yang terdiri dari keluarga pemilik balita, ibu hamil, serta ibu menyusui dengan total sasaran sebanyak 8 keluarga/orang.
Pemilihan kelompok sasaran ini didasari oleh peran vital keluarga pada periode kehamilan, menyusui, dan masa pertumbuhan balita dalam memastikan pemenuhan kebutuhan gizi rumah tangga secara optimal.
Melalui penyampaian materi secara langsung, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai strategi pencegahan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta tata cara budidaya ayam petelur yang efektif dan efisien untuk diterapkan di pekarangan rumah.
“Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencegahan stunting melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada edukasi gizi, tetapi juga pemberdayaan keluarga,” ungkap Ronny Riwu menjelaskan latar belakang program.
Guna memperkuat penerapannya secara langsung di lapangan, edukasi teoretis yang diberikan kepada peserta dilanjutkan dengan penyerahan bantuan paket sarana awal budidaya. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan fisik yang mencakup unit ayam petelur, kandang ayam, pasokan pakan, serta peralatan makan dan minum ternak.
Dukungan sarana ini disalurkan untuk membantu peserta mengimplementasikan secara langsung pengetahuan yang telah didapat di tingkat rumah tangga masing-masing.
“Budidaya ayam petelur skala rumah tangga diperkenalkan sebagai kegiatan produktif yang dapat membantu keluarga menyediakan sumber pangan hewani berupa telur sekaligus membuka peluang tambahan manfaat ekonomi rumah tangga,” tegas Ronny.
Melalui integrasi program ini, edukasi pencegahan stunting tidak berhenti sebagai transfer pengetahuan semata, melainkan dihubungkan langsung dengan upaya membangun kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi keluarga. Bantuan paket peternakan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi warga untuk mengembangkan usaha budidaya sederhana yang mampu meningkatkan akses konsumsi protein hewani harian secara mandiri.
Pelaksanaan PKM di Kelurahan Naioni ini menegaskan komitmen akademisi Undana dalam menghadirkan solusi konkret atas permasalahan gizi di tengah masyarakat melalui kerja kolaboratif antara dosen dan mahasiswa. Program ini mengusung pesan utama publikasi: “Cegah stunting dari keluarga, kuatkan gizi, bangun kemandirian melalui peternakan rumah tangga”.
Sinergi antara peningkatan pengetahuan gizi dan bantuan fisik berupa fasilitas peternakan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dan dapat direplikasi di wilayah lain. Integrasi edukasi gizi dan bantuan peternakan mikro di lahan pekarangan ini menjadi contoh nyata bagaimana penerapan ilmu pengetahuan perguruan tinggi dapat menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan terus terjaga melalui pemeliharaan ternak secara konsisten oleh warga penerima manfaat.
Program ini dipimpin oleh Ir. Petrus Kune selaku Ketua Tim, dengan melibatkan tim dosen yang terdiri dari Ronny Markus Jami Riwu, S.Pt., M.Si., Lidya Rosa Foni, S.Pt., M.Si., Ice Marini, S.KM., M.KM., dan Yustisni Bette, S.Pt., M.Pt., serta didukung oleh lima mahasiswa Undana yaitu Anastasia Jesika Lopis, Bernadetha Kase, Pius Rio Glen Atok, Moreno Imanuel Seran, dan Rofinus Tandong Bekayo. (ben)












