Lydia Kandau: Tuhan Itu Sangat Baik

Sabtu, 18 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lidya Kandou

Lidya Kandou

“Saya ingin menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan itu sungguh baik adanya,” tukasnya

Kehidupan artis tak pernah lepas dari gosip. Demikian halnya yang dialami oleh artis cantik Lydia Kandau. Kesibukannya dalam pelayanan telah membuatnya seperti tenggelam dari keartisannya.

Walau demikian, label artis yang telah disandangnya masih melekat. Saat ini ia kerap diminta bersaksi di berbagai denominasi gereja.

Bahkan baru-baru ini ia mengikuti suatu perjalanan ziarah ke Yerusalem. Istilah cinta buta mungkin dialami oleh wanita berdarah Manado ini. Kisah cintanya dengan pria yang tidak seiman berakhir di pelaminan, sekalipun sempat ditentang oleh pihak keluarga.

Nekad, ia pun menikah dengan Jamal Mirdad, seorang penyanyi. Hari-hari yang dilaluinya setelah pernikahan terasa begitu indah. Sebagai umat Kristus, seharusnya ia pergi ke gereja di hari Minggu. Tapi Lydia tidak. Bersama suami tercinta, ia lebih memilih untuk pergi jalan-jalan, nonton, atau shopping dan sebagainya, “Makin lama rasanya kok makin jauh dari Tuhan,” ungkapnya.

Namun, pikiran seperti itu tidak cukup membuatnya berbalik pada Tuhan. Ia seolah menikmati semua itu. Sampai saat anak keduanya mengalami sakit ‘aneh’.

“Syaraf kiri anak saya abnormal,” tuturnya. Ia langsung membawanya ke rumah sakit dengan keyakinan setelah ditangani dokter pasti anaknya sembuh. Yang terjadi justru sebaliknya. Makin lama kondisi anaknya semakin parah. “Seperti obat-obat yang diberi dokter tidak mempan terhadap penyakitnya. Anak saya seperti mau mati. Matanya tidak mau terbuka,” kisahnya. Akhirnya diputuskan untuk membawa anaknya pulang ke rumah.

“Saya menangis dan menangis sambil membaringkan anak saya di tempat tidur. Saya merenung dan larut dalam kebisuan. Seketika saya teringat akan dosa-dosa saya dulu. Saya tidak setia kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah begitu baik pada saya,” akunya. Seketika itu juga, ia berdoa sambil bercucuran air mata. Minta ampun atas segala dosa dan ketidaksetiaannya. Ia betul-betul merasa telah mendukakan hati Tuhan.

“Luar biasa ternyata,” ungkapnya. Sesaat ia katakan amin, hati dan batinnya terasa lega sekali. “Plong rasanya. Saya yakin darah Yesus telah menghapus dosa-dosa saya,” tuturnya sumringan.

Lalu ia melihat anaknya yang masih terbaring dalam keadaan yang memprihatinkan. Air matanya jatuh lagi. Ia duduk di sisi tempat tidur sambil mengelus-elus kepala anaknya. Batinnya berkata, “Tuhan, aku tahu Engkau telah menghapuskan dosaku. Saat ini juga ya Bapa, jikalau Engkau mengasihi aku, tolong sembuhkan anakku. Aku percaya sepenuh jiwa, Engkau sanggup melakukan semua itu. Sebab segala perkara dapat kutanggung di dalam Engkau.”

Usai berdoa, ia memuji-muji Tuhan dengan kidung pujian yang tiada putus-putusnya.

“Saya berjanji bahwa saya tidak akan pernah berhenti memuji Tuhan sampai Tuhan sembuhkan anak saya,” paparnya. Ternyata ajaib, satu jam berselang, mata anaknya perlahan mulai terbuka.

“Perlahan, tapi pasti mata anak saya terbuka. Lalu ia bangun dari tempat tidur. Ajaibnya, di wajahnya tidak ada gambaran kesakitan. Padahal ia baru saja mengalami suatu penyakit yang luar biasa berat untuk anak seusianya. yang terlukis di wajahnya adalah sukacita. Sungguh ini suatu mujizat. Saya langsung memeluk anak saya sambil berkata: “Terima kasih Tuhan,” urainya.

Sejenak diajaknya anaknya berdoa bersama. Mengucap syukur atas kesembuhan yang hanya datang dari Allah. “Tuhan sudah mendengar doa saya,” ujarnya saat itu. Sejak kejadian itu, ia berjanji akan setia melayani Tuhan.

“Saya ingin menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan itu sungguh baik adanya,” tukasnya. Ternyata badai itu belum berlalu. Sang suami belum merestui kemauannya untuk kembali ke gereja. Apalagi harus membawa anak-anaknya.

“Terpaksa dulu saya berbohong. Membawa anak-anak dengan alasan nonton, renang, jalan-jalan, dan macam-macam. Padahal sebelum atau sesudah kegiatan itu kami ke gereja. Habis kalau tidak begitu, mana bisa saya ke gereja,” kilahnya.

“Terus terang saya tersiksa dengan keadaan seperti itu,” akunya. Tapi ia sudah punya komitmen, bahwa ia tidak akan menjual Tuhan Yesus karena apa pun juga. Lama-kelamaan Jamal mulai berubah. Ia semakin menghargai saya. Ia pernah mengatakan tidak melarang saya atau anak-anak ke gereja. “Sukacita sekali saat saya mendengar itu,” cetusnya. (Brs)

Berita Terkait

Enam Tim Mahasiswa Undana Meraih Pendanaan Program Aksara Mahasiswa Rp500 Miliar
Undana Bedah Fenomena Viral Di Medsos Serta Dampak Hukum Bagi Masyarakat NTT
Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao
Undana Kawal Pembentukan DOB Pantar Di Alor
Undana Dan Pemkab Sikka Perkuat Kerjasama Dalam Bidang Riset Pembangunan Daerah
Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan
Undana Edukasi Pencegahan Stunting Bagi Masyarakat
Undana Implementasi Penerapan Sistem Pertanian Terpadu Di Kupang Tengah

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:32

Undana Bedah Fenomena Viral Di Medsos Serta Dampak Hukum Bagi Masyarakat NTT

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:45

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:19

Undana Kawal Pembentukan DOB Pantar Di Alor

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26

Undana Dan Pemkab Sikka Perkuat Kerjasama Dalam Bidang Riset Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:21

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:45

Pulau Timor

Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT

Senin, 5 Okt 2026 - 20:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Senin, 5 Okt 2026 - 01:21

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:08

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:21

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:13

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Tim Voli OJK Gebuk FKIP Undana Dalam Turnamen SMSI Cup 3-0

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:51