“Saya percaya Bapak dan Ibu memiliki kualitas yang diperlukan banyak orang, tetapi perlu mengutamakan rumah sendiri; program studi, fakultas, dan universitas ini,” tutur Prof. Jefri
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., mengingatkan para dosen di lembaga perguruan tinggi negeri terbesar di NTT itu untuk tidak egois dalam memberikan pelayanan akademik.
Demikian dikatakan Rektor ), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. saat mengambil sumpah dan melantik 183 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di pelataran Rektorat Undana, Kupang, pada Senin (22/6/2026).
Dalam kesempatan itu Rektor Jefri Balle memberikan instruksi tegas mengenai pentingnya penguatan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme kerja di lingkungan kampus.
Ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan 100 persen tersebut terdiri atas formasi tenaga pendidik (dosen) serta tenaga kependidikan dari berbagai disiplin ilmu.
Pengambilan sumpah dilakukan oleh Rektor atas nama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), dengan dikukuhkan oleh para rohaniwan dari agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, dan Buddha.
Dalam sambutannya, Prof. Jefri Bale mengingatkan para ASN baru untuk menjauhkan sikap egois dalam memberikan pelayanan.
Ia menggarisbawahi bahwa seluruh kapasitas intelektual dan keahlian yang dimiliki oleh para pegawai harus didedikasikan secara penuh untuk memajukan institusi tempat mereka bernaung sebelum memikirkan kepentingan di luar kampus.
“Saya percaya Bapak dan Ibu memiliki kualitas yang diperlukan banyak orang, tetapi perlu mengutamakan rumah sendiri; program studi, fakultas, dan universitas ini,” tutur Prof. Jefri secara mendalam.
Khusus untuk klaster tenaga pendidik, Rektor menekankan pentingnya pelaksanaan tugas akademik secara profesional agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas.
Para dosen muda didorong untuk segera meningkatkan kapasitas diri dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S-3). Sementara itu, tenaga kependidikan diminta untuk terus mengasah kompetensi teknis sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
Rektor juga mengajak segenap abdi negara baru tersebut untuk membangun komunikasi yang humanis, menjaga etika, serta menciptakan hubungan kerja yang harmonis di lingkungan Kampus demi mendongkrak performa kinerja institusi.
Melantikan 183 PNS baru dengan penekanan pada aspek pelayanan humanis dan pemangkasan ego sektoral ini membawa dampak perubahan yang sangat krusial bagi percepatan reformasi birokrasi di Undana. Selama ini, institusi pendidikan tinggi negeri sering kali dihadapkan pada keluhan klasik terkait lambatnya administrasi kemahasiswaan serta adanya oknum dosen yang lebih aktif mengajar atau mengejar proyek di luar kampus ketimbang mengurus program studinya sendiri.
Dengan diserahkannya SK 100 persen yang diiringi pakta integritas untuk “mengutamakan rumah sendiri”, Undana sedang menyuntikkan energi baru untuk mengikis kultur birokrasi yang kaku tersebut.
Dampak jangka panjangnya, kehadiran ratusan ASN yang berkomitmen melayani mahasiswa secara ramah dan adaptif ini menjadi penentu utama dalam mendongkrak indeks kepuasan layanan kampus. Langkah ini sekaligus mengamankan mutu akreditasi universitas di kancah nasional, mengingat di tangan generasi baru inilah masa depan pelayanan Undana dipertaruhkan.
Di akhir arahan, Prof. Jefri mengajak seluruh PNS yang baru dilantik untuk merefleksikan dan mensyukuri kesempatan emas menjadi bagian dari ASN di perguruan tinggi negeri, mengingat posisi ini merupakan impian dan harapan dari banyak pencari kerja di luar sana. (ben)





