Tujuh Guru Besar Undana Riset Persoalan Masyarakat Kabupaten Ngada

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi menjadikan Kabupaten Ngada sebagai living laboratory (laboratorium hidup)  dengan menerjunkan tujuh guru besar untuk membedah dan mencari solusi atas berbagai persoalan riil yang dihadapi pada Selasa (14/7/2026).

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi menjadikan Kabupaten Ngada sebagai living laboratory (laboratorium hidup) dengan menerjunkan tujuh guru besar untuk membedah dan mencari solusi atas berbagai persoalan riil yang dihadapi pada Selasa (14/7/2026).

KUPANG,MEDIASINTT.COM –  Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi menjadikan Kabupaten Ngada sebagai living laboratory (laboratorium hidup)  dengan menerjunkan tujuh guru besar untuk membedah dan mencari solusi atas berbagai persoalan riil yang dihadapi pada Selasa (14/7/2026).

Langkah konkret melalui program inovatif “PKM Berdampak dan Guru Besar Berdampak” ini ditandai dengan diterjunkannya 7 guru besar dan 124 dosen multidisiplin ilmu ke 15 desa/kelurahan di wilayah tersebut.

Program strategis ini diinisiasi secara khusus untuk merespons langsung berbagai tantangan krusial di Kabupaten Ngada, mulai dari pembenahan profil gizi masyarakat hingga penanganan isu kesehatan mental secara ilmiah.

Otoritas universitas berkomitmen untuk tidak membiarkan teori-teori akademik hanya mengendap di dalam ruang kelas.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa esensi dari perguruan tinggi yang berdampak adalah kemampuannya dalam menyelaraskan teori akademik dengan realitas sosial.

Kabupaten Ngada kata dia dipilih secara strategis karena memiliki kombinasi unik antara potensi daerah yang melimpah dan tantangan sosial-kesehatan yang kompleks.

Menurut Prof Jefri hasil temuan dan data empiris yang diperoleh para akademisi selama di lapangan nantinya akan dibawa kembali ke kampus untuk dikaji dan dijadikan rekomendasi ilmiah bagi pemerintah daerah.

Untuk memastikan peran sebagai pemecah masalah (problem solver) berjalan efektif, kerja kolaboratif ini dibagi secara terstruktur ke dalam 43 tim akademisi Undana dengan sebaran lokus sebagai berikut yaitu tim pelaksana terdiri atas satu  tim Guru Besar/Profesor dan 42 tim dosen yang berasal dari 9 fakultas serta Program Pascasarjana.

Wilayah Intervensi tersebar di 15 desa dan kelurahan yang mencakup tujuh kecamatan di Kabupaten Ngada.

Sektor Edukasi menyasar langsung tujuh  sekolah di berbagai jenjang pendidikan untuk melakukan intervensi dini terkait isu-isu kepemudaan dan kesehatan mental.

“Kehadiran kami di Kabupaten Ngada bukan hanya untuk menawarkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, tetapi juga menjadikan daerah tersebut sebagai laboratorium pembelajaran. Pengalaman di lapangan akan menjadi bahan pembanding antara teori yang dipelajari di kampus dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat,” jelas Prof. Jefri saat meluncurkan program di Aula Setda Ngada.

Bupati Ngada, Raymundus Bena, menyambut hangat konsep living laboratory yang diusung oleh Undana. Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa era membangun daerah dengan mengandalkan asumsi semata sudah harus ditinggalkan. Dalam mengeksekusi program-program visi dan misi daerah, pemerintah kabupaten sangat membutuhkan intervensi sains serta kajian akademik yang presisi agar kebijakan pembangunan yang dilahirkan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Ngada menaruh harapan besar agar kehadiran para profesor dan pakar dari Undana ini mampu melahirkan blueprint (cetak biru) rekomendasi kebijakan yang aplikatif demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat Ngada ke depan.

Penetapan Kabupaten Ngada sebagai living laboratory melalui pengerahan 7 guru besar dan 124 dosen multidisiplin ini membawa dampak perubahan struktural yang sangat vital bagi metode pembangunan daerah. Selama ini, perumusan kebijakan publik dan intervensi kesehatan di tingkat kabupaten sering kali tidak membuahkan hasil optimal karena hanya mengandalkan asumsi politik atau data permukaan yang tidak akurat.

Ketiadaan basis data ilmiah yang kuat membuat program penanggulangan masalah gizi buruk seperti stunting maupun penanganan gangguan mental di kalangan remaja sekolah rawan salah sasaran, sehingga anggaran daerah terbuang percuma tanpa mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Ketidaktepatan mitigasi sosial dan kesehatan ini terbukti menghambat produktivitas masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Melalui integrasi riset lapangan terstruktur dari 43 tim akademisi Undana ini, pola pembangunan berbasis rabaan tersebut resmi diakhiri.Dampak jangka panjangnya, Kabupaten Ngada akan memiliki blueprint rekomendasi kebijakan pembangunan yang berbasis pada data sains yang presisi. Intervensi klinis dan edukasi di  tujuh sekolah serta 15 desa sasaran memberikan jaminan penanganan yang tepat untuk menekan angka gangguan gizi dan memitigasi krisis kesehatan mental secara dini.

Langkah pionir ini tidak hanya membantu menyelaraskan teori ruang kuliah dengan kenyataan sosial bagi Undana, melainkan berhasil membangun sistem pengambilan kebijakan yang ilmiah, akurat, dan akuntabel di jajaran pemerintah daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Ngada yang berkelanjutan. (ben)

 

Berita Terkait

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru
Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana
Undana Lepas 485 Mahasiswa Peserta KKN Di Enam Kabupaten Di NTT
Undana Apresiasi News Zeland Scholarship Lakukan Evaluasi Program Beasiswa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:55

Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:42

Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:13

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:34

Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:49