“Kita perbanyak kegiatan ini agar mahasiswa bisa jadi agent of change persoalan ketahanan pangan khususnya stunting,” kata Pengkoordinasi Agenda Akademis Undana sekaligus Tim Pengajar UNPAZ, Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi., M.Si.
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Sebanyak 27 mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat Universidade da Paz (UNPAZ) Timor-Leste melakukan kunjungan studi banding ke Universitas Nusa Cendana (Undana).
Kegiatan pembelajaran lapangan yang berlangsung pada Kamis (3/9/2026) lalu difokuskan pada peninjauan sejumlah fasilitas unggulan kampus, meliputi UPT Laboratorium Lahan Kering Kepulauan (LLKK) hingga unit pengembangan perikanan dan peternakan.
Kunjungan edukatif tersebut dirancang sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan mata kuliah Gizi Kesehatan Masyarakat. Melalui observasi langsung, para mahasiswa diajak memahami keterkaitan antara teknologi pertanian lahan kering, inovasi pembibitan unggul, serta tata kelola peternakan dengan rantai hulu pemenuhan gizi masyarakat.
“Lab edukasi yang kami pakai untuk pembelajaran ini agar mahasiswa tahu apa saja yang tersedia dan dari mana dia datang. Kalau dua rumah ini bersatu akan lebih baik. Kita perbanyak kegiatan ini agar mahasiswa bisa jadi agent of change persoalan ketahanan pangan khususnya stunting,” jelas Pengkoordinasi Agenda Akademis Undana sekaligus Tim Pengajar UNPAZ, Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi., M.Si.
Pengelolaan tanaman dengan perlakuan khusus lahan kering menjadi salah satu fokus utama yang diperkenalkan Undana guna mewujudkan ketahanan pangan kawasan. Pihak UPT LLKK Undana menyatakan kesiapannya untuk melakukan transfer keunggulan komparatif di bidang lahan kering agar dapat diadopsi serta dikembangkan lebih lanjut melalui skema riset kolaborasi bersama UNPAZ.
Integrasi ilmu kesehatan masyarakat dengan sektor pangan hulu dinilai penting untuk mencetak lulusan yang peka terhadap kondisi perbatasan, mengingat angka kemunculan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor-Leste hanya memiliki selisih sekitar 10 persen. Melalui pengamatan komoditas perikanan dan peternakan di Undana, seperti pengelolaan sapi putih hingga perbandingan populasi rusa, mahasiswa UNPAZ memperoleh pemahaman holistik mengenai keterkaitan erat antara ketersediaan sumber daya hewani dan tingkat kesehatan masyarakat.
“Berbagai hal kami lakukan, terutama bagaimana tanaman ditanam dengan perlakuan khusus lahan kering. Bagaimana kita bisa mewujudkan ketahanan pangan di lahan kering, ini akan jadi nilai tambah jika UNPAZ ada riset kolaborasi dengan kami,” tutur Kepala UPT LLKK Undana, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si.
“Terima kasih, kami sangat mengapresiasi untuk hari ini karena kita ada kesempatan untuk melihat peternakan ikan dan hewan. Kita dapat materi luar biasa hari ini dan sangat bermanfaat. Walaupun kami dari kesehatan masyarakat, tetapi ilmu itu ada keterkaitan yang sangat erat sekali,” ungkap Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UNPAZ, Maia da Costa Tilman.
Penyelenggaraan studi banding ini memangkas keterbatasan pemahaman praksis mahasiswa kesehatan masyarakat terkait aspek produksi pangan hulu di kawasan iklim kering. Tanpa pemahaman teknis mengenai tata kelola pertanian dan peternakan lahan kering, perumusan intervensi gizi serta penanganan stunting di wilayah perbatasan berisiko berjalan tidak komprehensif. Melalui penguatan jejaring akademis ini, Undana dan UNPAZ memastikan komitmen bersama dalam mengembangkan riset berkelanjutan demi menjawab kebutuhan gizi dan ketahanan pangan di Indonesia dan Timor-Leste. (ben)





