Tim KKN Tematik Bencana Gempa Flores Bangun Tenda Kelas Darurat Di Matim

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Universitas Nusa Cendana. Tenda ini sangat membantu kami agar proses pembelajaran anak-anak tetap dapat berjalan di tengah kondisi pascabencana,” kata Kepala SDN Wae Kutung, Alfonsus Tandang

KUPANG,MEDIASINTT.COM  – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bencana Alam Flores Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi bersama orang tua murid dan pihak sekolah mendirikan enam tenda kelas darurat di SDN Wae Kutung, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, pada Sabtu (5/9/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak korban gempa.

Bacaan Lainnya

Para  mahasiswa KKN Tematik Undana  menyediakan ruang belajar sementara yang aman bagi para siswa pascabencana gempa bumi.

Aksi gotong royong ini melibatkan kerja fisik secara langsung antara mahasiswa, pihak sekolah, dan para orang tua murid guna menjamin proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak terhenti akibat kerusakan fasilitas sekolah.

Penyediaan bantuan berupa terpal tenda dari pimpinan Undana disambut baik  pihak sekolah di tengah situasi darurat.

Penyerahan dan pemasangan tenda ini menjadi bukti komitmen civitas akademika Undana untuk hadir memberikan dukungan tenaga, pikiran, serta tindakan nyata di tengah masyarakat yang sedang memulihkan diri pascabencana.

Kepala SDN Wae Kutung Alfonsus Tandang, S.Pd. menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Undana. Kehadiran tenda kelas darurat ini sangat krusial bagi keberlangsungan KBM siswa, mengingat kondisi gedung sekolah dan sarana pendukung pascagempa masih mengalami berbagai keterbatasan fisik.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Universitas Nusa Cendana. Tenda ini sangat membantu kami agar proses pembelajaran anak-anak tetap dapat berjalan di tengah kondisi pascabencana,” kata Kepala SDN Wae Kutung, Alfonsus Tandang, S.Pd.

Pascabencana gempa, SDN Wae Kutung masih menghadapi tantangan infrastruktur yang cukup kompleks di area sekolah. Selain akses jalan menuju lokasi sekolah yang masih terbatas, fasilitas sanitasi seperti WC siswa dan guru, ruang kantor, hingga ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berada dalam kondisi belum memadai untuk pelayanan normal.

Kondisi fisik gedung sekolah juga mengalami gangguan keamanan setelah satu ruang kelas ditemukan mengalami kerusakan di bagian lantai. Hal tersebut menyebabkan ruang kelas tersebut memerlukan perhatian dan perbaikan teknis lebih lanjut sebelum dapat difungsikan kembali secara aman bagi para siswa.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik kelas darurat, mahasiswa KKN Tematik Undana juga mengintegrasikan kegiatan dengan pemberian layanan trauma healing bagi para siswa. Pendampingan psikososial ini diselenggarakan di sela-sela aktivitas pendirian tenda untuk mengembalikan keceriaan dan mengikis rasa trauma anak-anak pascagempa.

Selain itu, tim mahasiswa memberikan edukasi tanggap bencana guna meningkatkan kesiapsiagaan para siswa saat menghadapi potensi bencana susulan. Kegiatan pendampingan tersebut dilengkapi pula dengan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual sebagai bagian dari upaya perlindungan anak di area pengungsian dan lingkungan sekolah darurat.

Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan dan pendampingan di SDN Wae Kutung dikawal secara intensif oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Manggarai Timur guna memastikan seluruh bantuan terdistribusi secara tepat serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi pemulihan pendidikan setempat.

“Pembangunan kelas darurat dan pendampingan psikososial ini merupakan wujud nyata komitmen Undana dalam menjaga hak pendidikan anak-anak di Manggarai Timur pascagempa. Kami memastikan mahasiswa KKN tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi hadir secara utuh mendampingi sekolah dan memulihkan mental para siswa agar proses belajar tetap berjalan aman,” tegas Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik Manggarai Timur, Danang Novika Ruswantara, S.I.Kom., S.A.B., M.I.Kom.

“Undana hadir bukan hanya memberikan sumbangan, tetapi juga tenaga yang diwujudkan melalui kerja nyata dan keterlibatan langsung bersama masyarakat,” ujar Person in Charge (PIC) Tim KKN Tematik Bencana Alam Flores Undana Manggarai Timur, Anselmus Lalu Waso.

Aksi tanggap darurat yang dilaksanakan Tim KKN Tematik Bencana Alam Flores Undana di SDN Wae Kutung ini memangkas risiko terhentinya akses pendidikan dasar serta depresi psikologis anak-anak akibat kerusakan gedung sekolah pascagempa. Tanpa adanya ruang belajar sementara dan pendampingan psikososial yang cepat, proses KBM anak-anak terdampak berisiko terbengkalai dalam jangka panjang.

Melalui sinergi pembangunan tenda darurat, edukasi mitigasi, dan trauma healing, Undana memastikan perannya sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak serta solusi konkret bagi pemulihan masyarakat Nusa Tenggara Timur. (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *