Mahasiswa Undana Ikut Pelatihan PFA Di Lokasi Bencana Gempa

“Pelatihan PFA ini merupakan bentuk pembekalan penting untuk mempersiapkan mahasiswa, tidak hanya secara teknis tetapi juga emosional dan sosial, sebelum menjalankan misi kemanusiaan di lapangan. ,” kata Hoiril Sabariman

NAGEKEO,MEDIASINTT.COM –  Mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana Universitas Nusa Cendana (Undana) mengikuti pelatihan Psychological First Aid (PFA) di halaman Kantor DPRD Kabupaten Nagekeo pada Jumat (28/8/2026).

Bacaan Lainnya

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk membekali dan mempersiapkan mahasiswa secara matang sebelum menjalankan misi kemanusiaan serta memberikan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo.

Melalui pembekalan PFA ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai teknik pendekatan psikologis dan tata cara pemberian dukungan emosional awal kepada korban bencana. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan mahasiswa mampu menciptakan rasa aman, membangun komunikasi yang adaptif, serta memberikan respons pendampingan yang terarah, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan emosional masyarakat di lokasi terdampak.

Guna mengoptimalkan proses pendampingan di lapangan, para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok khusus berdasarkan kategori usia sasaran penyintas. Pembagian kelompok ini mencakup tim pendampingan untuk kategori anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia (lansia).

Pengelompokan ini dilakukan karena setiap rentang usia memiliki kondisi emosional, tingkat kerentanan, serta kebutuhan psikologis yang berbeda pascabencana. Melalui pemetaan ini, setiap tim mahasiswa dapat menyusun metode dan strategi pendekatan yang paling relevan dengan karakteristik kelompok yang didampingi.

Bagi mahasiswa yang dialokasikan pada kelompok anak-anak, metode pendampingan dipersiapkan melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan guna meredakan trauma. Pendekatan berbasis permainan dan aktivitas ceria dinilai efektif untuk mengembalikan kenyamanan mental anak-anak di daerah bencana.

Sementara itu, tim yang bertugas mendampingi kelompok dewasa dan lansia diarahkan pada metode pendekatan yang lebih suportif dan emosional. Metode ini disesuaikan dengan kebutuhan mental warga usia produktif dan lansia yang kerap mengalami kecemasan akibat dampak gempa bumi.

Pelatihan PFA di halaman Kantor DPRD Nagekeo ini menjadi tahapan krusial dalam menyelaraskan kesiapan fisik, teknis, dan mental seluruh anggota Tim KKN Tematik Tanggap Bencana Undana. Pembekalan yang terstruktur memastikan seluruh program pendampingan lapangan dapat berjalan secara efektif dan terukur.

Kehadiran mahasiswa di lokasi bencana tidak hanya difokuskan pada aksi teknis semata, tetapi juga didukung oleh kesiapan sosial dan emosional yang kuat. Hal ini penting agar keberadaan tim KKN benar-benar memberikan dampak positif bagi pemulihan psikologis warga.

Penyelenggaraan pelatihan ini mempertegas komitmen Undana dalam menerjunkan relawan mahasiswa yang terampil, berempati, dan siap menjalankan tugas kemanusiaan. Berbekal pengetahuan PFA, tim KKN diharapkan mampu menjadi pilar pendukung dalam proses pemulihan pascabencana di Nagekeo.

Dukungan psikososial yang diberikan secara berkelanjutan kepada anak-anak, orang dewasa, hingga lansia diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kondisi sosial-ekonomi dan mental masyarakat terdampak gempa bumi.

Persiapan psikologis mahasiswa menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan pendampingan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Penanganan korban bencana yang hanya berfokus pada bantuan fisik tanpa memperhatikan kondisi mental berisiko memicu masalah trauma psikologis berkepanjangan bagi para penyintas gempa. Tanpa pembekalan PFA yang memadai, pendampingan yang diberikan relawan berpotensi tidak tepat sasaran dan kurang sensitif terhadap kondisi emosional warga.

“Pelatihan PFA ini merupakan bentuk pembekalan penting untuk mempersiapkan mahasiswa, tidak hanya secara teknis tetapi juga emosional dan sosial, sebelum menjalankan misi kemanusiaan di lapangan. Melalui pendekatan yang terbagi berdasarkan kategori usia anak-anak, dewasa, hingga lansia, kami berharap mahasiswa mampu memberikan dukungan emosional yang terarah, menciptakan rasa aman, serta memberikan kontribusi nyata dalam membantu proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo,” ujar Hoiril Sabariman, S.Sos., M.Sos sebagai Dosen Pendamping Lapang KKN Tematik Posko Nagekeo.

Penyelenggaraan pelatihan PFA dan pembagian tim berbasis spesifikasi usia ini, memastikan hadirnya Undana dalam mendukung layanan psikososial yang terstruktur, responsif, serta mampu mempercepat pemulihan emosional masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo. (ben)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *