“Kita menciptakan kapasitas akademik bagi mahasiswa FPKP, tentu dalam bidang peternakan, kelautan dan perikanan. Ke depan, ketika mereka terbiasa mempresentasikan hasil-hasil penelitian, mereka sudah terbiasa memiliki wawasan dan peduli dengan pengembangan sektor unggulan ini,” ujar Franchy.
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan Universitas Nusa Cendana (FPKP Undana) memperkuat jejaring akademik global melalui gelaran konferensi ).
Forum ilmiah yang berlangsung , Jumat menghadirkan kolaborasi lintas negara yang melibatkan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta perwakilan instansi pemerintah dari sedikitnya enam negara, yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Timor-Leste, China, dan Australia.
Penyelenggaraan konferensi ini ditujukan untuk mengintegrasikan potensi peternakan, kelautan, dan perikanan berbasis riset guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan, sekaligus mendorong transformasi hasil penelitian menjadi industri bernilai tambah.
Wakil Dekan I FPKP Undana, Dr. Franchy Christian Liufeto, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa FPKP memegang peranan strategis dalam menaungi dua sektor potensial di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, pengembangan kedua sektor ini berkaitan erat dengan agenda ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat kepulauan serta wilayah perbatasan.
“FPKP menaungi dua sektor unggulan di NTT, yaitu peternakan serta kelautan dan perikanan. Karena itu, dalam kerangka akademik kita perlu menghidupkan atmosfer akademik melalui publikasi hasil-hasil penelitian,” kata Franchy.
Ia menambahkan bahwa integrasi antarsektor menjadi kunci mendasar dalam menjawab tantangan wilayah. “Tujuan kegiatan ini adalah integrasi sektor peternakan dan kelautan dalam rangka menciptakan ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi bagi masyarakat di NTT, khususnya yang berada di daerah perbatasan,” jelasnya.
Selain menjadi ruang diseminasi bagi dosen, konferensi ini dirancang untuk membina kapasitas dan kemampuan komunikasi akademik mahasiswa sejak dini.
“Kita menciptakan kapasitas akademik bagi mahasiswa FPKP, tentu dalam bidang peternakan, kelautan dan perikanan. Ke depan, ketika mereka terbiasa mempresentasikan hasil-hasil penelitian, mereka sudah terbiasa memiliki wawasan dan peduli dengan pengembangan sektor unggulan ini,” ujar Franchy.
Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Internasional FPKP Undana, Dr. Ir. Edwin J. L. Lazarus,MP menyampaikan bahwa keterlibatan peserta lintas sektor dan negara memperkuat bobot pelaksanaan acara. Dalam pelaksanaannya, FPKP Undana menggandeng mitra universitas luar negeri, seperti Universitas Nasional Timor-Leste (UNTL) dan Jiangxi University dari China.
“Pesertanya berasal dari berbagai unsur. Ada dari dinas, peneliti, praktisi dan juga mahasiswa. Mereka mempresentasikan karya atau tulisan berdasarkan tema yang diberikan,” papar Edwin.
Ia membeberkan bahwa skala internasional untuk gelaran ini telah melampaui standar umum. “Untuk seminar internasional ada syarat minimal empat negara. Kita sudah enam negara,” ungkap Edwin.
Konferensi ini turut menyoroti pengelolaan serta pemulihan ekosistem kawasan Laut Arafura dan Laut Timor yang bernilai strategis bagi kawasan timur Indonesia. Mengingat letak geografis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste dan Australia, kerja sama riset lintas negara ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perbatasan.
Melalui konferensi internasional ini, FPKP Undana menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pengetahuan yang menghubungkan dunia akademik dengan sektor industri riil, guna mendorong kemandirian ekonomi daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. (ben)





