KUPANG, MEDIASINTT.COM – Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Nusa Cendana (Undana), Hana Vallerisa Juditha Babys atau Hanny, mengukir prestasi gemilang setelah mendominasi podium dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Off-road 2026.
Keberhasilan dalam kompetisi otomotif ekstrem tersebut dibuktikan Hanny dengan memborong deretan trofi dari dua putaran kejuaraan yang berlangsung di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Ajang bergengsi yang didukung oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) serta Sarana Muda Nusantara (SMN) ini menguji keterampilan mengemudi, ketangguhan kendaraan, dan kerja sama tim di medan non-aspal yang berat.
Keberhasilan Hanny menaklukkan lintasan ekstrem nasional ini tidak hanya mengharumkan nama Undana, tetapi juga menjadi bukti nyata potensi dan kekuatan perempuan di arena olahraga yang didominasi laki-laki.
Pada Putaran 3 yang dihelat pada 1–2 Agustus 2026 di Sirkuit Alas Kesiman, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Hanny berhasil merebut Juara 1 di Kelas Wanita, Juara 3 di Kelas U23, Juara 4 di Kelas G2, serta Juara 4 di Kelas Beregu/Tim.
Performa impresif tersebut berlanjut pada Putaran 4 tanggal 12–13 September 2026 di Sirkuit DTW Cacaban, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dengan kembali meraih Juara 1 Kelas Wanita dan Juara 4 Kelas U23.
Selama mengikuti kompetisi, Hanny membagikan pengalamannya menjadi satu-satunya pembalap perempuan di dalam tim yang terdiri dari ayah, manajer, navigator, mekanik, serta kru laki-laki. Kunci keberhasilannya terletak pada kerja sama tim yang solid sejak persiapan hingga balapan berlangsung.
“Saat pergi saya menjadi satu-satunya perempuan di tengah-tengah laki-laki, di antaranya ada ayah saya, manajer, navigator, mekanik, dan semua kru. Namun yang paling utama yaitu kerja sama yang selalu kami bangun mulai dari berangkat hingga berlangsungnya event,” ujar Hanny.
Selain faktor kerja sama tim, tantangan fisik dan stamina menjadi ujian berat saat melibas tiap lintasan Special Competition Stage (SCS) yang memiliki karakteristik berbeda.
“Tantangan yang paling dirasakan yaitu pada beberapa medan di tiap SCS yang berbeda-beda, yang benar-benar menguji konsentrasi serta membutuhkan tenaga ekstra untuk melewati setiap lintasan tersebut untuk mencetak waktu tercepat tanpa menyentuh tali pembatas,” ungkapnya.
Atas deretan prestasi luar biasa yang diraihnya, Hanny menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pimpinan Undana atas pemberian izin serta dukungan penuh dalam setiap kejuaraan yang diikutinya.
Ia berharap rekam jejak prestasinya dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Undana dan generasi muda untuk tidak membatasi diri dalam meraih cita-cita, khususnya bagi perempuan.
“Di tengah banyaknya kasus kekerasan pada perempuan, kita sebagai perempuan harus bisa membuktikan bahwa kita tidak lemah dan memiliki kelebihan dan potensinya masing-masing. Saya harap semua perempuan bisa berusaha mengembangkan kelebihan mereka masing-masing dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa,” tutup Hanny. (ben)










