Tim Relawan Undana Lakukan Pendampingan Korban Bencana Flores

“Sinergi antara perguruan tinggi, BNPB, dan unsur pemerintah merupakan modal kunci dalam memperkuat penanganan darurat bencana di Nagekeo,” kata Nixon Rammang

KUPANG,MEDIASINTT.COM –  Tim relawan Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan kegiatan pendataan dan pendampingan pengungsi pascabencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kamis.

Bacaan Lainnya

Aksi tanggap darurat yang berpusat di Posko Utama Ruwokoli ini melibatkan tim mahasiswa Undana beralmamater kuning bersama Sekretaris BNPB, unsur TNI/Polri, BPBD, Kementerian Sosial, BMKG, hingga Kementerian Koperasi dan UKM.

Kegiatan ini difokuskan di tiga titik pengungsian utama, yakni Pos Pengungsian Terpadu Paroki Yesus Kerahiman Aeramo, Titik Pengungsian Dadiwuwu, dan Lapangan Berdikari Mbay.

Langkah ini ditujukan untuk memverifikasi data jumlah jiwa, mengidentifikasi kondisi kesehatan, serta memetakan kebutuhan dasar warga secara presisi guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Aksi lapangan diawali dengan koordinasi bersama di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Nagekeo di Ruwokoli.

Tim relawan mahasiswa Undana kemudian menyambangi tenda-tenda darurat untuk melakukan wawancara langsung dan pencatatan manual, khususnya kepada kelompok rentan seperti lansia dan ibu-ibu.

Selain itu, tim berkunjung ke Pos Utama Koordinasi & Informasi serta Posko Gabungan Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores di Paroki Yesus Kerahiman Aeramo untuk menyelaraskan data pengungsian. Dari temuan sementara, data warga di tiga titik tersebut mulai terverifikasi, dengan kebutuhan mendesak mencakup pasokan makanan, air bersih, selimut, obat-obatan, serta perlengkapan khusus anak dan lansia.

Di samping pengumpulan data teknis, para relawan memberikan pendampingan psikososial di bawah tenda pengungsian guna membantu memulihkan kondisi emosional warga dan anak-anak yang terdampak gempa bumi.

Mengenai pengerahan tim dan kolaborasi lintas instansi ini, Koordinator Relawan Non-Medis, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, BNPB, dan unsur pemerintah merupakan modal kunci dalam memperkuat penanganan darurat bencana di Nagekeo.

Melalui kolaborasi bersemboyan “Bersama Undana & BNPB, Sigap Tanggap untuk Nagekeo Bangkit”, kegiatan ini menegaskan komitmen Undana dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan serta mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascagempa.   (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *