Fakultas Kedokteran Undana Melantik 45 Dokter Muda

Sebanyak 45 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi disumpah dan dilantik pada acara pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Periode XLIX yang digelar di Kupang Hotel, Kamis (6/8/2026).
Sebanyak 45 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi disumpah dan dilantik pada acara pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Periode XLIX yang digelar di Kupang Hotel, Kamis (6/8/2026).

“Menjadi dokter bukan hanya tentang memiliki segudang pengetahuan, tetapi belajar mendengar, berempati, serta tetap rendah hati ketika ilmu yang kita punya ternyata belum mampu menjawab semua pertanyaan pasien. Kepercayaan masyarakat ini hanya dapat kita jaga dengan ilmu, integritas, dan kasih kepada sesama,” ujar dr. Stephen.

KUPANG,MEDIASINTT.COM – Sebanyak 45 dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi disumpah dan dilantik pada acara pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Periode XLIX yang digelar di Kupang Hotel, Kamis (6/8/2026).

Prosesi sakral ini ditandai dengan pengukuhan oleh rohaniwan, pengalungan gordon, serta penyerahan ijazah dan plakat, yang menegaskan kesiapan mereka untuk tidak hanya mengandalkan keahlian medis, tetapi juga mengamalkan integritas dan empati dalam mengabdi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Nusa Tenggara Timur (NTT)

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Deta, M.Sc mewakili Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., menekankan pentingnya filosofi ketahanan dan panggilan jiwa seorang dokter saat memberikan sambutan dan arahan institusi.

Ia berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan keahlian teknis medis semata, tetapi juga menjaga integritas diri serta kesehatan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang kompleks.

“Seorang penolong atau healer harus menyembuhkan dan mendidik dirinya terlebih dahulu melalui integritas, ketahanan mental, dan kesejahteraan sendiri agar mampu menghidupkan kehidupan kepada masyarakat. Pegang teguh prinsip ini di mana pun Saudara ditempatkan,” tegas Prof. Annytha.

Prof. Annytha juga menyampaikan rasa bangganya terhadap daya juang para dokter baru Undana yang lahir dan ditempa dari daerah kepulauan dengan keterbatasan fasilitas. Ia menambahkan, Undana berkomitmen penuh terus mengembangkan pendidikan kedokteran, termasuk persiapan pembukaan program dokter spesialis (PPDS) bekerja sama dengan FK Unair dan FK Udayana demi memenuhi kebutuhan dokter spesialis di seluruh wilayah NTT.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., turut mengapresiasi dukungan sinergis dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Skema beasiswa yang diberikan kepada para dokter baru tidak hanya memperlancar masa studi, tetapi juga memastikan kesiapan para dokter muda ini untuk langsung menjalani program internsip dan pendayagunaan dokter di berbagai fasilitas kesehatan daerah.

“Pengambilan sumpah periode ke-49 ini menjadi torehan prestasi membanggakan bagi Undana karena seluruh lulusan telah berhasil melewati tahapan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan baik,” ungkapnya. Dr. Christina menambahkan, keberhasilan para dokter baru ini sekaligus memperkuat komitmen Undana dalam menghadirkan tenaga kesehatan yang berkualitas.

Mewakili 45 dokter baru, dr. Steven S. Elim, S.Ked, menyampaikan kilas balik perjuangan panjang yang telah dilewati bersama rekan-rekan sejawatnya selama masa akademik dan tahapan koasistensi (co-ass). Dalam kesannya, dr. Steven menekankan bahwa profesi dokter adalah amanah mulia dari masyarakat yang membutuhkan kerendahan hati dan empati yang mendalam.

“Menjadi dokter bukan hanya tentang memiliki segudang pengetahuan, tetapi belajar mendengar, berempati, serta tetap rendah hati ketika ilmu yang kita punya ternyata belum mampu menjawab semua pertanyaan pasien. Kepercayaan masyarakat ini hanya dapat kita jaga dengan ilmu, integritas, dan kasih kepada sesama,” ujar dr. Stephen.

Steven juga menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada para dosen penyelia, jajaran rumah sakit pendidikan utama seperti RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, RSUP dr. Ben Mboi, RSJ Naimata, serta rumah sakit jejaring lainnya. Ia mengingatkan rekan sejawatnya untuk senantiasa mengingat doa dan pengorbanan orang tua yang menjadi pilar utama di balik setiap jas putih yang mereka kenakan hari ini.

Suasana haru kian terasa saat perwakilan orang tua dokter baru memberi sambutan, sekaligus menyampaikan rasa syukur dan pesan moral yang sangat kuat agar anak-anak mereka tetap tangguh, profesional, dan pantang menyerah meski harus menghadapi berbagai tekanan dan ujian di medan pengabdian.

“Ingatlah bahwa profesi dokter adalah pengabdian kemanusiaan yang mulia, bukan sekadar mencari pekerjaan semata. Jangan setengah-setengah menjadi dokter; jadilah dokter yang hebat dan berintegritas. Jika rasa lelah atau perlakuan kurang baik datang di tempat pengabdian, ingatlah pengorbanan dan doa orang tua yang akan selalu membela dan mendukung kalian,” pesan perwakilan orang tua, drh. Melky Angsar, M.Sc.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut pimpinan organisasi profesi IDI Wilayah NTT dan IDI Cabang Kupang, para direktur rumah sakit pendidikan, jajaran Anggota Senat FKKH, serta ratusan orang tua murid yang memadati ruang Palacio Aston Hotel.

Melalui pengambilan sumpah ini, Universitas Nusa Cendana kembali membuktikan komitmennya sebagai perguruan tinggi negeri unggulan di NTT dalam mencetak tenaga kesehatan unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Seluruh civitas akademika Undana mengucapkan selamat mengabdi kepada 45 dokter baru Periode XLIX, semoga dedikasi dan karya medis yang diberikan senantiasa menjadi berkah dan pelita kesehatan bagi masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *