Undana Jadi Pusat Latihan Atlet Olah Raga Wushu NTT

KETERANGAN FOTO : Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng (keempat dari kiri) saat menerima n Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu NTT di Gedung Rektorat Undana, Selasa (19/5/2026). FOTO/HO-HUMAS UNDANA
KETERANGAN FOTO : Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng (keempat dari kiri) saat menerima n Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu NTT di Gedung Rektorat Undana, Selasa (19/5/2026). FOTO/HO-HUMAS UNDANA

“Kami sangat mendukung pengembangan Wushu di NTT. Kampus memiliki tanggung jawab untuk mewadahi bakat mahasiswa. Jika fasilitas di Undana dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Wushu, kami sangat terbuka untuk bekerja sama,” ujar Prof. Jefri.

KUPANG,MEDIASINTT.COM  – Universitas Nusa Cendana (Undana) menyatakan kesiapannya untuk menjadi pusat pelatihan (basecamp) serta mendukung pengembangan atlet Wushu di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Komitmen ini ditegaskan dalam audiensi antara Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., dengan jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu NTT di Gedung Rektorat Undana, Selasa (19/5/2026).

Langkah sinergis ini bertujuan untuk mengintegrasikan dunia akademik dengan pembinaan olahraga prestasi, khususnya dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab kampus dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa. Ia menegaskan bahwa Undana memiliki sumber daya manusia yang mumpuni melalui Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) untuk mendukung pengembangan olahraga berbasis sains (sport science).

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng. (Kiri) dan Ketua Umum Pengprov Wushu NTT, Indra Effendy, S.E., M.Pd., (kanan)

“Kami sangat mendukung pengembangan Wushu di NTT. Kampus memiliki tanggung jawab untuk mewadahi bakat mahasiswa. Jika fasilitas di Undana dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Wushu, kami sangat terbuka untuk bekerja sama,” ujar Prof. Jefri.

Selain dukungan akademik, Rektor juga menawarkan pemanfaatan fasilitas fisik universitas, seperti Grha Cendana yang berkapasitas 5.000 orang serta asrama mahasiswa yang dapat dialokasikan sebagai pemusatan latihan atlet. Hal ini dipersiapkan guna menyukseskan posisi NTT sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan cabang olahraga pada PON 2028.

Ketua Umum Pengprov Wushu NTT, Indra Effendy, S.E., M.Pd., mengapresiasi dukungan Undana sebagai mitra strategis. Menurutnya, pelibatan akademisi sangat penting untuk memberikan masukan teknis dan strategis dalam membina 29 aliran wushu yang kini berkembang pesat di berbagai daerah di NTT.

“Ini adalah langkah besar bagi kami. Menjadikan Undana sebagai keluarga besar Wushu NTT akan memperkuat pembinaan atlet kami, terutama dari sisi ilmu pengetahuan olahraga. Kami berharap Undana bisa menjadi pusat pembinaan utama di daerah ini,” tutur Indra.

Indra menambahkan, tren prestasi Wushu NTT terus meningkat, terbukti dari perolehan penghargaan pada PON Papua lalu. Dengan adanya dukungan dari perguruan tinggi negeri tertua di NTT ini, ia optimistis Wushu NTT dapat menyamai standar pembinaan nasional yang saat ini berpusat di Semarang, Jawa Tengah.

Kolaborasi ini diharapkan melahirkan ekosistem olahraga yang lebih profesional di lingkungan kampus dan daerah. Kehadiran para pakar olahraga dari Undana diharapkan mampu memantau perkembangan fisik dan teknik atlet secara lebih terukur.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepahaman untuk segera menindaklanjuti rencana pemanfaatan sarana prasarana kampus guna menjaring bibit unggul dari kalangan mahasiswa dan pemuda, sebagai upaya mencetak pahlawan olahraga baru bagi bumi Flobamorata di kancah internasional. (ade)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *