Bupati Sikka Memilih Melanjutkan Pendidikan Di Undana

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur PPs Undana, Dr. Hamza W. Wulakada, M.Si., bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., dengan disaksikan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., beserta jajaran wakil rektor di Rektorat Undana, Kupang, pada Jumat (17/7/2026). FOTO/MEDIASINTT.COM/BEN
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur PPs Undana, Dr. Hamza W. Wulakada, M.Si., bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., dengan disaksikan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., beserta jajaran wakil rektor di Rektorat Undana, Kupang, pada Jumat (17/7/2026). FOTO/MEDIASINTT.COM/BEN

“Kerjasama ini bagian awal yang kita dorong peningkatan SDM kepada Pemerintah Kabupaten Sikka dan  Bupati Sikka akan menjadi salah satu mahasiswa Pascasarjana di semester ini berjalan ,” jelas Dr. Hamza.

KUPANG,MEDIASINTT.COM – Program Pascasarjana (PPs) Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka  melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana Undana, termasuk pemanfaatan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Sinergi ini ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Direktur PPs Undana, Dr. Hamza W. Wulakada, M.Si., bersama Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., dengan disaksikan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., beserta jajaran wakil rektor di Rektorat Undana, Kupang, pada Jumat (17/7/2026).

Bacaan Lainnya

Direktur PPs Undana, Dr. Hamza W. Wulakada, M.Si kepada wartawan menjeskan fokus utama dalam kerjasama ini lebih dititk beratkan pada  bidang akademik, merupakan tanggung jawab moril Undana sebagai salah satu Universitas terbesar di NTT sehingga perlu kolaborasi bersama.

“Kerjasama ini bagian awal yang kita dorong peningkatan SDM kepada Pemerintah Kabupaten Sikka dan  Bupati Sikka akan menjadi salah satu mahasiswa Pascasarjana di semester ini berjalan ,” jelas Dr. Hamza.

Ia menjelaskan kerjsama yang dilakukan itu bukan sekadar seremoni administratif, melainkan komitmen konkret lintas jenjang untuk membangun Kabupaten Sikka.

Langkah konkrit ini merupakan tindak lanjut langsung atas Nota Kesepahaman (MoU) universitas agar kolaborasi kelembagaan tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan segera memberikan dampak dan manfaat riil bagi masyarakat di daerah.

Fokus utama kerja sama ini diprioritaskan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana Undana, termasuk pemanfaatan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema RPL ini ditargetkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), birokrat, hingga dosen perguruan tinggi di Kabupaten Sikka, mengadopsi keberhasilan model serupa yang sebelumnya telah diterapkan Undana di Kabupaten Rote Ndao.

Di samping itu, Bupati Sikka juga berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan di PPs Undana pada semester berjalan. Langkah pimpinan daerah tersebut diapresiasi sebagai wujud teladan lifelong learning (belajar sepanjang hayat) yang diharapkan mampu menginspirasi generasi muda serta jajaran birokrasi daerah.

Selain pengembangan pendidikan, kerja sama ini mencakup penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Mengingat posisi geografis Kabupaten Sikka yang strategis di kawasan tengah Pulau Flores, berbagai produk riset multidisiplin mahasiswa Pascasarjana Undana akan difokuskan untuk menjawab persoalan lokal serta mengoptimalkan potensi unggulan daerah, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Keberadaan Undana sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di NTT diharapkan dapat memperkuat tujuh perguruan tinggi yang sudah ada di Sikka. Peningkatan kualifikasi SDM dan penguatan riset di Kabupaten Sikka diproyeksikan akan membawa dampak ganda (multiplier effect) bagi kemajuan kabupaten-kabupaten lain di sekitarnya.

Peresmian PKS antara PPs Undana dan Pemkab Sikka ini membawa dampak perubahan mendasar bagi efektivitas pelayanan publik serta tata kelola potensi daerah di Pulau Flores.

Selama ini, peningkatan kapasitas aparatur birokrasi di daerah kerap terhambat oleh keterbatasan akses dan skema pendidikan formal yang fleksibel, sehingga kompetensi ASN kurang responsif terhadap kompleksitas isu pembangunan. Di sisi lain, karya ilmiah dan produk riset pascasarjana sering kali berhenti sebagai dokumen akademis di perpustakaan tanpa ditujukan langsung untuk menyelesaikan problem riil di lapangan.

Keterpisahan antara kualifikasi akademis aparatur dan penerapan hasil riset perguruan tinggi tersebut terbukti menyandera optimalisasi sektor-sektor unggulan daerah. Melalui integrasi program RPL birokrasi dan penyelarasan riset akademis pada sektor pertanian, perikanan, serta kehutanan Sikka ini, hambatan pembangunan tersebut resmi diatasi.

Dampak jangka panjangnya, Kabupaten Sikka akan memiliki ketersediaan SDM birokrasi yang lebih profesional dan berkualifikasi magister/doktor tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan publik.  Riset-riset Pascasarjana Undana secara langsung ke sektor unggulan daerah memastikan hadirnya solusi berbasis data ilmiah untuk memacu pertumbuhan ekonomi Sikka. Hal ini sekaligus menegaskan peran strategis Sikka sebagai penggerak utama (hub) pembangunan wilayah Flores Tengah dan sekitarnya. (selvi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *