“Listrik yang andal tidak hadir begitu saja. Kami merawat setiap jengkal aset ini dengan kesadaran penuh bahwa ada jutaan masyarakat NTT yang bergantung pada stabilitas pasokan listrik ini untuk belajar, bekerja, dan beraktivitas sehari-hari,” kata Patricko.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Sudah menjadi komitmen agar setiap lampu yang menyala di ruang kelas di berbagai lembaga pendidikan, mesin-mesin UMKM yang berputar, dan kenyamanan keluarga di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus terpatri dalam diri setiap petugas lapangan PT PLN (Persero).
Komitmen inilah yang kembali ditunjukkan oleh Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang saat merampungkan pemeliharaan menyeluruh dua tahunan pada Bay Line Nonohonis #1 Gardu Induk (GI) 70 kV Naibonat, Senin (29/06).
Langkah preventif ini bukan sekadar perawatan jaringan rutin, melainkan sebuah ikhtiar untuk memastikan aliran listrik yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat NTT tetap terjaga tanpa kedip.
Pekerjaan menghadapi tegangan tinggi tentu bukan perkara mudah. Oleh karena itu, sebelum sentuhan teknis pertama dimulai, keringat para kru sudah bercucuran dalam sesi Safety Briefing. Di bawah pengawasan ketat Ambrosyus Jecrenold Sa (Pengawas Pekerjaan) dan Anisa Subarjo (Pengawas K3), pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) dan prosedur pembebasan tegangan dipastikan tanpa celah. Bagi PLN, menjaga terang rumah warga sama pentingnya dengan memastikan para petugas pulang ke rumah dengan selamat.
Dengan ketelitian tinggi, Tim HAR ULTG Kupang memeriksa dan menguji komponen-komponen vital seperti Power Circuit Breaker (PMT), hingga sistem proteksi gardu. Bahkan hal sekecil pembersihan panel dan pemasangan alat anti sarang burung (RST) dilakukan dengan detail guna menghindari gangguan sekecil apa pun yang bisa mengusik kenyamanan aktivitas warga.
Manager ULTG Kupang, Patricko Valentino Radjah, mengungkapkan bahwa keandalan listrik yang dinikmati masyarakat hari ini adalah buah dari konsistensi dan kerja keras di ruang-ruang gardu.
“Listrik yang andal tidak hadir begitu saja. Ia lahir dari kedisiplinan, perencanaan matang, dan rasa tanggung jawab yang besar dari rekan-rekan di lapangan. Kami merawat setiap jengkal aset ini dengan kesadaran penuh bahwa ada jutaan masyarakat NTT yang bergantung pada stabilitas pasokan listrik ini untuk belajar, bekerja, dan beraktivitas sehari-hari,” tutur Patricko hangat.
Apresiasi dan semangat senada juga disampaikan oleh General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, F. Eko Sulistyono. Menurutnya, setiap keringat petugas di lapangan adalah investasi bagi masa depan daerah.
“Bagi kami, menjaga keandalan transmisi adalah cara PLN hadir mendukung mimpi-mimpi masyarakat NTT. Ketika listrik andal, anak-anak bisa belajar dengan tenang, pelayanan rumah sakit berjalan optimal, dan roda ekonomi warga bergerak lebih cepat. Kami ingin memastikan PLN selalu menjadi mitra terbaik dalam setiap pertumbuhan dan kebahagiaan masyarakat di sini,” pungkas Eko.
Melalui selesainya pemeliharaan di GI Naibonat ini, PLN UPT Kupang tidak hanya memastikan infrastrukturnya kembali prima, tetapi juga memperbarui janji setianya: untuk terus menjaga nyala terang dan mengalirkan kebaikan ke setiap sudut Nusa Tenggara Timur. (ben)





