“Undana berkomitmen menyiapkan laboratorium, penguatan kapasitas dosen, hingga kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri guna menyambut mahasiswa angkatan pertama pada Fakultas Sains dan Teknologi,” tegas Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) segera embuka Program Studi Teknik Geologi Konsentrasi Geothermal pada Fakultas Sains dan Teknologi (FST) setelah mengantongi Surat izin operasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Penyerahan SK dilakukan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU., kepada Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D.
Prosesi penyerahan izin operasional program studi baru tersebut turut disaksikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., Wakil Dekan I FST Prof. Dr. Dra. Maria Agustina Kleden, M.Sc., serta Koordinator Prodi Pertambangan Dr. Noni Banunaek, S.T., M.T.
Penerbitan SK ini menjadi hasil konkrit dari kolaborasi strategis antara Undana dan Kementerian ESDM untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) ahli di bidang energi terbarukan guna mengelola potensi panas bumi (geothermal) yang melimpah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Merespons izin tersebut, pihak rektorat menegaskan kesiapan institusi dalam menyambut mahasiswa angkatan pertama di FST Undana melalui penyediaan fasilitas laboratorium, penguatan kapasitas staf pengajar, hingga penyusunan kurikulum yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.
Di samping menyerahkan SK pembentukan prodi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM RI juga menyampaikan belasungkawa dan empati mendalam atas musibah gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang menimpa masyarakat Flores, NTT.
“Dengan adanya prodi baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan geothermal di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur,” ujar Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi.
“Undana berkomitmen menyiapkan laboratorium, penguatan kapasitas dosen, hingga kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri guna menyambut mahasiswa angkatan pertama pada Fakultas Sains dan Teknologi,” tegas Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari.
Resminya pendirian Prodi Teknik Geologi Konsentrasi Geothermal di Undana ini membawa dampak perubahan struktur ketenagakerjaan dan pengelolaan energi terbarukan yang sangat penting bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Selama ini, kekayaan potensi energi panas bumi di wilayah NTT belum mampu dikelola secara optimal oleh daerah sendiri akibat minimnya ketersediaan SDM dan tenaga ahli teknis lokal di bidang kegeologian. Keterbatasan tersebut membuat proyek eksplorasi dan pemanfaatan energi terbarukan di NTT sangat bergantung pada tenaga ahli dari luar daerah.
Ketergantungan pasokan sumber daya manusia dari luar NTT tersebut terbukti memperlambat kemandirian tata kelola energi serta membatasi keterlibatan putra-putri daerah dalam industri strategis nasional. Melalui kehadiran prodi baru di FST Undana ini, jurang kelangkaan SDM ahli geothermal berbasis putra daerah tersebut resmi dipangkas.
Dampak jangka panjangnya, Undana memegang peran sentral sebagai pusat pencetak tenaga ahli geologi lokal yang siap mengakselerasi transisi energi terbarukan secara mandiri di NTT. Penguasaan kapasitas teknis oleh akademisi dan lulusan daerah akan memastikan eksplorasi potensi panas bumi berjalan selaras dengan kebutuhan industri serta memberikan nilai tambah ekonomi langsung bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (ben)





