“Komitmen kami ke depannya agar setiap permasalahan yang terjadi dalam setiap Perumda Air Minum di NTT bisa dibawa dan diselesaikan di PD Perpamsi NTT, agar seluruh Perumda yang tergabung dalam PD Perpamsi NTT ke depannya menjadi lebih baik dan mandiri,” kata Jony.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kapsari, A.K.M., M.A., mengapresiasi langkah Perpamsi NTT yang membangun sinergi dengan BPKP untuk memperkuat tata kelola perusahaan daerah.
Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kapsari, A.K.M., M.A. saat kegiatan prarapat koordinasi daerah (Pra-Rakorda) dalam memperkuat sistem pengelolaan dan pengawasan perusahaan daerah, pada Kamis (15/10/2026).
Ia mengatakan koordinasi dan penyamaan persepsi menjadi aspek penting agar pengelolaan Perumda Air Minum yang ada di NTT berjalan sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku.
“BPKP mengapresiasi sinergitas yang dilakukan PD Perpamsi NTT kali ini, karena dengan duduk bersama kita bisa menyelaraskan berbagai hal terkait implementasi dalam regulasi yang menjadi koridor bagi berjalannya seluruh Perumda Air Minum yang ada di NTT,” kata Kapsari.
Ia berharap mengatakan melalui sinergitas yang sudah dilakukan itu dapat membantu perusahaan daerah memahami dan menerapkan ketentuan secara lebih tepat, sekaligus memperkuat akuntabilitas dalam pelaksanaan kegiatan operasional maupun pengelolaan keuangan.
Dikatakannya dalam konteks tata kelola perusahaan publik, kepatuhan terhadap regulasi perlu berjalan secara baik diikuti pengawasan, transparansi, dan kemampuan manajemen dalam mengidentifikasi serta mengendalikan risiko.
Sehingga perbaikan tata kelola tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Ketua PD Perpamsi NTT yang juga Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony B. Sulaiman, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmennya untuk menjadikan PD Perpamsi NTT sebagai wadah koordinasi dan penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan air minum daerah di NTT.
Menurut Jony, setiap persoalan yang muncul di lingkungan Perumda perlu dibicarakan secara terbuka melalui organisasi agar dapat dicarikan solusi bersama.
Dikatakannya pendekatan kolektif tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mendorong kemandirian setiap perusahaan anggota.
“Komitmen kami ke depannya agar setiap permasalahan yang terjadi dalam setiap Perumda Air Minum di NTT bisa dibawa dan diselesaikan di PD Perpamsi NTT, agar seluruh Perumda yang tergabung dalam PD Perpamsi NTT ke depannya menjadi lebih baik dan mandiri,” kata Jony. (ben)











