“Perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam memastikan ketepatan sasaran program KIP Kuliah,” tegas panitia SNPMB
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Sebanyak 610 peserta dinyatakan lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Nusa Cendana Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan dinyatakan memenuhi syarat (eligible) sebagai calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Hal itu disampaikan panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pusat di Jakarta pada Selasa (31/3/2026).
Jumlah peserta yang lolos SNBP tersebut merepresentasikan sekitar 28 persen dari total 2.166 mahasiswa baru yang diterima di Undana melalui jalur prestasi tahun ini.
Secara nasional, Undana berkontribusi terhadap 33.045 total peserta SNBP yang terdaftar sebagai calon penerima KIP Kuliah di berbagai perguruan tinggi.
Meski telah dinyatakan lolos secara administratif di tingkat pusat, para peserta tersebut tidak otomatis mendapatkan bantuan. Pihak kampus akan melakukan proses verifikasi lanjutan yang ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Tahapan ini meliputi pemeriksaan validitas dokumen akademik hingga peninjauan kondisi ekonomi keluarga.
“Perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam memastikan ketepatan sasaran program KIP Kuliah,” tegas panitia SNPMB dalam keterangan resminya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Perguruan Tinggi akan menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam proses validasi data, antara lain:
Registrasi Ulang: Calon mahasiswa wajib melakukan pendaftaran kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Sinkronisasi Data Verifikasi dokumen berdasarkan data ekonomi yang tertera pada sistem KIP Kuliah dan sistem penerimaan mahasiswa baru Undana.
Survei Lapangan: Melakukan verifikasi faktual, baik secara daring maupun luring (kunjungan lapangan), guna mencocokkan data digital dengan kondisi riil di kediaman calon mahasiswa.
Hasil akhir dari rangkaian verifikasi dan validasi ini nantinya akan dilaporkan kembali kepada pemerintah pusat sesuai dengan linimasa yang ditetapkan.
Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Dengan proses seleksi yang transparan, Undana berupaya memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi putra-putri berprestasi untuk mengenyam pendidikan berkualitas di Nusa Tenggara Timur. (ade)






