“Kolaborasi lintas negara ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas akademik serta memberikan akses pengalaman internasional yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan Undana,” kata Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng
MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat posisi dalam kancah internasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan Jiangxi Science and Technology Normal University, Tiongkok
Pertemuan Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng dengan Perwakilan mitra dari Tiongkok, Prof. Tao Xian Guang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Undana pada Rabu (22/4/2026).
Pertemuan ini berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi dan riset berbasis potensi lokal Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kolaborasi lintas negara ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas akademik serta memberikan akses pengalaman internasional yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan Undana,” kata Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng dalam pertemuan itu menegaskan bahwa kerja sama dengan mitra asal Tiongkok tersebut harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan pendidikan vokasi di sektor pertanian modern, peternakan, perikanan, serta energi terbarukan yang relevan dengan karakteristik alam NTT.
“Kami ingin kerja sama ini bersifat global namun tetap kontekstual. Institusi mitra memiliki keunggulan pada sistem pembelajaran vokasi yang mencakup seluruh rantai industri. Hal ini sangat strategis untuk meningkatkan kapasitas SDM kita di bidang pertanian dan kesehatan hewan,” ujar Prof. Jefri.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyampaikan rencana penguatan pendidikan vokasi di sektor pertanian modern, peternakan, perikanan, serta energi terbarukan
Selain bidang teknologi dan pertanian, agenda penting lainnya adalah peluang pendirian Confucius Institute (CI) di Undana. Pusat ini nantinya akan menjadi wadah pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok bagi mahasiswa serta masyarakat umum di NTT.
Perwakilan mitra dari Tiongkok, Prof. Tao Xian Guang, mengingatkan bahwa pengembangan unit kerja sama seperti Confucius Institute harus memiliki ciri khas yang menyesuaikan dengan kebutuhan daerah setempat. “Undana harus memiliki ‘warna’ sendiri dalam membangun kerja sama ini agar mampu memberikan nilai tambah yang unik,” jelas Prof. Tao.
Prof. Tao Xian Guang, menjelaskan tentang rencana pengembangan unit kerja sama Confucius Institute di Undana
Penjajakan ini juga membuka jalan bagi pengembangan program akademik lanjutan, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, program gelar bersama (joint degree), hingga riset kolaboratif lintas negara. Dengan fasilitas praktik yang terintegrasi di Tiongkok, Undana optimis dapat mengadopsi model pendidikan yang lebih modern untuk diterapkan di tingkat lokal.
Melalui sinergi ini, Undana membuktikan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi universitas kelas dunia yang tetap berpijak pada pemberdayaan potensi daerah. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (ade)






