Kanwil BPN NTT Lakukan Bimtek Pertimbangan Teknis KKPR 2026

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Bimtek ini  sebagai upaya penguatan layanan guna mengoptimalkan serta menyamakan persepsi dalam penilaian dan penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR),” kata Fransiska Vivi Ganggas.

KUPANG,MEDIASINTT.COM  –Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur  melakukan bimbingan teknis  kesesuaian kegiatan pemanfaatan tata ruang (KKPR) 2026 dengan berbagai instansi teknis  di NTT guna mendukung  ekosistem investasi dan penerapan perizinan berbasis risiko melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

“Melalui kegiatan ini  diharapkan semua pihak memiliki pemahaman yang sama  tentang Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) terhadap seluruh lapisan masyarakat. Pemahaman terkait hak itu penting sebagai syarat serta ketentuan teknis pemanfaatan tanah agar sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan aturan pertanahan,” kata Kepala Kantor Pertanahan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Fransiska  Vivi Ganggas  S.H., M.A.P  saat membuka kegiatan  bimbingan teknis  kesesuaian kegiatan pemanfaatan tata ruang (KKPR) 2026 di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2020, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional sebagai instansi vertikal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melaksanakan Fasilitasi Bimbingan Teknis Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Bimtek ini  sebagai upaya penguatan layanan guna mengoptimalkan serta menyamakan persepsi dalam penilaian dan penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR),” kata Fransiska Vivi Ganggas.

Menurut dia Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) memiliki peran krusial sebagai syarat utama perizinan berusaha serta menjadi instrumen penting dalam mendukung ekosistem investasi dan penerapan perizinan berbasis risiko melalui Sistem Online Single Submission (OSS).

Dikatakannya dalam pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) akan dibahas mengenai mekanisme penyelenggaraan perijinan, tahapan-tahapan validasi persyaratan kelengkapan dokumen serta upaya penyelesaian isu-isu dan permasalahan yang timbul dalam proses penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

Diharapkan melalui pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)  dapat tercapai peningkatan pemahaman bagi para pemangku kepentingan yang terlibat dalam implementasi KKPR di daerah.

Selain itu, kata dia kegiatan  Bimtek diharapkan mampu merumuskan solusi serta langkah penanganan terhadap berbagai kendala dan permasalahan yang ada.

“Kami berharap adanya dukungan seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pemanfaatan ruang di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota  di NTT, sehingga dapat terlaksana secara optimal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama bagi rekan-rekan di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota yang melaksanakan layanan Pertimbangan Teknis Pertanahan sebagai salah satu tahapan yang wajib dilaksanakan sebelum diterbitkannya Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR),” kata Fransiska Vivi Ganggas.

Dikatakannya  sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), diharapkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dapat membangun sinergi melalui koordinasi, kerja sama, serta komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan KKPR di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan  Kantor Wilayah BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ludgardis Blitanagy, S.Sos mengatakan  kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis KKPR dilakukan dalam rangka penguatan terhadap layanan KKPR, sebagai upaya optimalisasi dan penyamaan persepsi pelaksanaan validasi, penilaian dan penerbitan Persetujuan KKPR di daerah dengan tujuan meningkatkan pemahaman para pelaku yang terlibat dalam pelaksanaan KKPR di Daerah serta merumuskan rekomendasi dalam upaya penyelesaian isu atau permasalahan KKPR.

Ia mengatakan kegiatan ini  dikuti instansi teknis baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota,dinas PUPR provinsi dan kabupaten/kota di NTT serta jajaran BPBN seluruh NTT . (ben)

 

Berita Terkait

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang
1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan
Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian
DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM
Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap
Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:26

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:38

Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:50

DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:16

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13

Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43