“Masyarakat cenderung lebih meminati roti sebagai camilan sehat. Saat ini kami sedang dalam tahap pengembangan prototipe produk berkualitas dan tengah mengurus sertifikasi NIB serta sertifikasi halal,” jelas Arcarius.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Hasil karya mahasiswa dari Program Studi Ilmu Politik FISIP mengusung produk “Kompiang Kelor” untuk kategori makanan dan minuman dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tingkat nasional tahun 2026 berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Tim “Sahabat Kelor” dari Prodi Ilmu Politik FISIP mengusung produk “Kompiang Kelor” yang dipimpin Aditia Cahya Saputra mengombinasikan pangan lokal khas NTT dengan nutrisi tinggi daun kelor sebagai upaya mendukung generasi bebas stunting.
Dalam ajang bergengsi ini terdapat dua tim mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tingkat nasional tahun 2026.
Pengumuman kelulusan tersebut dirilis resmi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 22 Mei 2026. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kualitas kreativitas dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa Undana dalam menjawab kebutuhan pasar serta isu kesehatan nasional.
Melalui inovasi jasa pemetaan digital dan produk pangan berbasis kelor untuk pencegahan stunting, proposal kedua tim ini berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dominikus Arcarius Depha Daki, anggota tim, menyebutkan bahwa inovasi roti kompiang merupakan hasil evaluasi dari produk mie kelor sebelumnya.
“Masyarakat cenderung lebih meminati roti sebagai camilan sehat. Saat ini kami sedang dalam tahap pengembangan prototipe produk berkualitas dan tengah mengurus sertifikasi NIB serta sertifikasi halal,” jelas Arcarius. Produk ini telah dipasarkan melalui sistem pre-order di Instagram @Sahabat_Kelor serta tersedia di area Car Free Day Kupang.
Pada kategori bisnis digital, tim dari Program Studi Teknik Pertambangan FST yang diketuai oleh Timothy Chealzky Endri Andrew Bere berhasil lolos dengan produk “Jasa Pembuatan Peta Digital”. Usaha yang dirintis sejak tahun lalu melalui akun Instagram @katakanpeta.aja ini ternyata telah menjangkau pelanggan dari universitas ternama, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Halu Oleo.
Timothy menjelaskan bahwa pemanfaatan data geospasial sangat krusial bagi riset akademik maupun tata kelola pemerintahan desa. “Kami menggunakan perangkat lunak ArcGIS Pro untuk mengolah data berbasis lokasi secara detail. Ke depan, kami berencana mengembangkan fitur Web-GIS berbasis kode QR agar pelanggan dapat mengakses detail peta secara daring,” ungkap Timothy, Selasa (26/5/2026).
Timothy Chealzky Endri Andrew Bere (Tengah) Ketua Tim P2MW dengan produk “Jasa Pembuatan Peta Digital”
Lolosnya kedua proposal ini tidak hanya memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana peningkatan soft skill dan kemampuan manajerial di dunia nyata. Program P2MW mendorong mahasiswa untuk bertransformasi dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui pembinaan intensif dan akses menuju KMI Expo 2026.
Dukungan dari dosen pendamping dan pihak universitas diharapkan mampu menjaga keberlanjutan unit bisnis mahasiswa ini. Keberhasilan ini membuktikan bahwa riset akademik di Undana dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang memiliki dampak sosial luas, baik dalam digitalisasi data geospasial maupun penguatan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. (ade)






