Undana Menginisiasi Bentuk Konsorsium Riset Lintas Kampus Di NTT

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETERANGAN FOTO/HO-HUMAS UNDANA - Para pimpinan keempat institusi pendidikan tinggi negeri tersebut  sedang melakukan pertemuan di Ruang Rapat Rektor Undana, Rabu (25/2) guna menciptakan solusi berbasis sains yang berdampak langsung pada masyarakat.

KETERANGAN FOTO/HO-HUMAS UNDANA - Para pimpinan keempat institusi pendidikan tinggi negeri tersebut sedang melakukan pertemuan di Ruang Rapat Rektor Undana, Rabu (25/2) guna menciptakan solusi berbasis sains yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Ke depan, kita tidak lagi membawa nama masing-masing institusi secara parsial, melainkan hadir sebagai kekuatan bersama perguruan tinggi untuk NTT. SDM kita luar biasa, jika dikemas dalam satu konsorsium yang kuat, tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menolak usulan riset kita,” ujar Prof. Jefri.

KUPANG, MEDIASINTT.COM- Universitas Nusa Cendana (Undana) menginisiasi pembentukan konsorsium riset lintas kampus guna melakukan riset terkait kemiskinan ekstrem dan prevalensi stunting yang tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi strategis ini menyatukan kekuatan Undana, Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Politeknik Negeri Kupang (PNK), dan Universitas Timor (Unimor) yang diawali pertemuan pimpinan keempat institusi pendidikan tinggi negeri tersebut di Ruang Rapat Rektor Undana, Rabu (25/2) guna menciptakan solusi berbasis sains yang berdampak langsung pada masyarakat.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa era “berjalan sendiri-sendiri” antar-perguruan tinggi di NTT harus segera diakhiri.

Menurutnya, masalah stunting dan ketahanan pangan adalah isu kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan pakar dari berbagai disiplin ilmu secara serempak.

“Ke depan, kita tidak lagi membawa nama masing-masing institusi secara parsial, melainkan hadir sebagai kekuatan bersama perguruan tinggi untuk NTT. SDM kita luar biasa, jika dikemas dalam satu konsorsium yang kuat, tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menolak usulan riset kita,” ujar Prof. Jefri.

Selain riset, kolaborasi ini mencakup “open access” atau keterbukaan fasilitas antar-kampus. Undana membuka pintu bagi dosen Politani, PNK, dan Unimor untuk memanfaatkan laboratorium riset, akses jurnal internasional, hingga penguatan pengelolaan jurnal terindeks Sinta.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menambahkan bahwa sinergi ini juga akan menyasar percepatan jabatan fungsional Guru Besar di ketiga lembaga tersebut. “Kami juga menginisiasi tim bersama untuk pendampingan dosen menuju Guru Besar, mengadopsi praktik baik dari universitas lain yang terbukti sukses meningkatkan jabatan fungsional pengajarnya secara signifikan,” jelasnya.

Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., menyambut antusias gagasan konsorsium ini. Ia mengakui selama ini program pengabdian masyarakat masih bersifat sporadis. Dengan wadah konsorsium, intervensi terhadap masalah ketahanan pangan di desa-desa di NTT diyakini akan lebih sistematis dan terukur.

Senada dengan itu, Direktur PNK, Janri D. Manafe, S.Sos., MM., menyatakan komitmennya untuk mengerahkan pusat penelitian dan pengabdian masyarakat di institusinya guna menyusun kerja sama konkret. “Kami butuh bersinergi dengan Undana untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, riset, dan layanan publik agar lebih berkualitas,” ungkapnya.

Sebagai langkah cepat, rencana pembentukan konsorsium dan presentasi proposal riset bersama ini akan dimatangkan dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana pada 27–28 Februari mendatang. Pertemuan daring antar-kepala lembaga penelitian dari seluruh kampus anggota konsorsium dijadwalkan segera terlaksana guna merumuskan topik strategis yang akan diajukan ke tingkat nasional.

Sinergi raksasa ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka akreditasi institusi (AIPT), tetapi menjadi motor penggerak transformasi ekonomi dan kesehatan masyarakat di bumi Flobamora. (ade)

Berita Terkait

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru
Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana
Undana Lepas 485 Mahasiswa Peserta KKN Di Enam Kabupaten Di NTT
Undana Apresiasi News Zeland Scholarship Lakukan Evaluasi Program Beasiswa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:55

Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:42

Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:13

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:50

Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43