“Ke depan, kita tidak lagi membawa nama masing-masing institusi secara parsial, melainkan hadir sebagai kekuatan bersama perguruan tinggi untuk NTT. SDM kita luar biasa, jika dikemas dalam satu konsorsium yang kuat, tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menolak usulan riset kita,” ujar Prof. Jefri.
KUPANG, MEDIASINTT.COM- Universitas Nusa Cendana (Undana) menginisiasi pembentukan konsorsium riset lintas kampus guna melakukan riset terkait kemiskinan ekstrem dan prevalensi stunting yang tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kolaborasi strategis ini menyatukan kekuatan Undana, Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang, Politeknik Negeri Kupang (PNK), dan Universitas Timor (Unimor) yang diawali pertemuan pimpinan keempat institusi pendidikan tinggi negeri tersebut di Ruang Rapat Rektor Undana, Rabu (25/2) guna menciptakan solusi berbasis sains yang berdampak langsung pada masyarakat.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa era “berjalan sendiri-sendiri” antar-perguruan tinggi di NTT harus segera diakhiri.
Menurutnya, masalah stunting dan ketahanan pangan adalah isu kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan pakar dari berbagai disiplin ilmu secara serempak.
“Ke depan, kita tidak lagi membawa nama masing-masing institusi secara parsial, melainkan hadir sebagai kekuatan bersama perguruan tinggi untuk NTT. SDM kita luar biasa, jika dikemas dalam satu konsorsium yang kuat, tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menolak usulan riset kita,” ujar Prof. Jefri.
Selain riset, kolaborasi ini mencakup “open access” atau keterbukaan fasilitas antar-kampus. Undana membuka pintu bagi dosen Politani, PNK, dan Unimor untuk memanfaatkan laboratorium riset, akses jurnal internasional, hingga penguatan pengelolaan jurnal terindeks Sinta.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menambahkan bahwa sinergi ini juga akan menyasar percepatan jabatan fungsional Guru Besar di ketiga lembaga tersebut. “Kami juga menginisiasi tim bersama untuk pendampingan dosen menuju Guru Besar, mengadopsi praktik baik dari universitas lain yang terbukti sukses meningkatkan jabatan fungsional pengajarnya secara signifikan,” jelasnya.
Direktur Politani Kupang, Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., menyambut antusias gagasan konsorsium ini. Ia mengakui selama ini program pengabdian masyarakat masih bersifat sporadis. Dengan wadah konsorsium, intervensi terhadap masalah ketahanan pangan di desa-desa di NTT diyakini akan lebih sistematis dan terukur.
Senada dengan itu, Direktur PNK, Janri D. Manafe, S.Sos., MM., menyatakan komitmennya untuk mengerahkan pusat penelitian dan pengabdian masyarakat di institusinya guna menyusun kerja sama konkret. “Kami butuh bersinergi dengan Undana untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, riset, dan layanan publik agar lebih berkualitas,” ungkapnya.
Sebagai langkah cepat, rencana pembentukan konsorsium dan presentasi proposal riset bersama ini akan dimatangkan dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana pada 27–28 Februari mendatang. Pertemuan daring antar-kepala lembaga penelitian dari seluruh kampus anggota konsorsium dijadwalkan segera terlaksana guna merumuskan topik strategis yang akan diajukan ke tingkat nasional.
Sinergi raksasa ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka akreditasi institusi (AIPT), tetapi menjadi motor penggerak transformasi ekonomi dan kesehatan masyarakat di bumi Flobamora. (ade)






