Penggunaan Bahasa Ibu Meningkatkan Literasi Siswa Di Nagekeo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Negekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tarsisius Djogo
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Negekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tarsisius Djogo

NAGEKEO,MEDIASINTT.COM – Pemerintah Kabupaten Nageko mengandeng lembaga Inovasi Untuk Anak Sekolah  Indonesia (Inovasi)  dalam meningkatkan literasi dan numerasi para siswa melalui penggunaan bahasa ibu dalam kegiatan pembelajaran di SD khususnya kelas awal karena terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Negekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur Tarsisius Djogo ketika ditemui dalam kegiatan  Lokakarya Penuntasan Literasi Berbasis Ekosistem Pendidikan yang melibatkan pemerintah daerah, kementerian, dan mitra pembangunan di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Senin.

Bacaan Lainnya

Tarsisius Djogo menegaskan program yang dilaksanakan lembaga Inovasi (kemitraan Indonesia-Australia)  dalam bidang pendidikan untuk penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran  bagi siswa Kelas awal SD  mampu meningkatkan kemampuan literasi  para siswa di Kabupaten Nagekeo.

Menurut dia, perkembangan signifikan  juga terlihat dari tingginya minat belajar para siswa  di daerah itu sehingga  jumlah anak yang putus  sekolah juga semakin rendah, karena dengan menggunakan bahasa ibu di sekolah sangat memudahkan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas .

“Kami sangat berterimah kasih terhadap lembaga INOVASI yang memiliki konsep pembelajaran yang  memadai sehingga bisa membantu pemerintah  Kabupaten  Nagakeo dalam mengerakan sektor pendidikan di daerah ini terutama dalam bidang literasi,” kata Tarsisius Djogo.

Dia menjelaskan sebagian besar anak di  Kabupaten Nagekeo tumbuh dengan bahasa ibu di rumah,  sehingga dengan penggunaan bahasa ibu sebagai media dalam pembelajaran siswa di sekolah memudahkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sejak dini.

“Biasanya anak-anak menggunakan bahasa ibu di rumah dan ketika ke sekolah  guru juga menggunakan bahasa ibu dalam pembelajaran awal diikuti dengan penggunaan bahasa Indonesia, ternyata  pola seperti ini sangat memudahkan para siswa dalam  mengikuti pembelajaran sehingga kemampuan literasi anak  meningkat tajam,” kata Tarsisius Djogo.

Dikatakannya saat ini terdapat 20 SD di Kabupaten Nagakeo  dampingan lembaga INOVASI dengan hasil kemampuan literasi siswa meningkat tajam jauh dari hasil sebelum dilakukan pendampingan oleh INOVASI.

Tarsisius Djogo menegaskan kemampuan para siswa terus meningkat karena guru- guru di sekolah juga mengikuti secara baik interaksi  yang berlangsung antara orang tua dan siswa di rumah.

“Inilah yang namanya ekosistem pendidikan karena orang tua dilibatkan dan guru di sekolah melakukan pendampingan ,” tegas Tarsisius Djogo.

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menargetkan penggunaan bahasa ibu bagi siswa kelas awal ini masuk dalam pembelajaran kurikulum  muatan lokal sehingga penguatan literasi terus memadai, karena penggunaan bahasa ibu tidak mengganggu kemampuan anak dalam berbahasa Indonesia.

“Justru sebaliknya anak lebih mudah memahami materipembelajaran karena proses belajar dimulai dari bahasa yang akrab dengan keseharian mereka seperti dilakukan di rumah, para guru melakukan pendampingan di sekolah,” kata Tarsisius Djogo. (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *