“Kami mendukung kegiatan akademik seperti ini sebagai bagian dari penguatan riset. , sehingga menjadi kebanggan kami karena Undana di pilih sebagai tempat berdiskusi para pakar dari seluruh Indonesia dan mitra dari Jepang untuk menghasilkan berbagai solusi terhadap tantangan-tantangan di bidang kedokteran hewan,” kata Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng membuka secara resmi simposium internasional Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026, Jumat ((5/6) malam.
Kegiatan pertemuan yang diikuti para akademisi, peneliti bidang kedokteran hewan dan peternakan dari seluruh Indonesia serta Jepang ini diawali gala diner yang berlangsung di Gedung Grha Universitas Nusa Cendana.
Acara gala diner merupakan bagian dari rangkaian pertemuan Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026 dengan tema “Strengthening AJIVE Collaboration in Sustaining Animal Health” atau memperkuat kolaborasi AJIVE dalam mendukung kesehatan hewan yang berkelangsung seama tiga hari 5-7 Juni 2026.
Pada malam gala diner yang berlangsung meriah, para mahasiswa Undana juga tampil membawakan lagu-lagu daerah dan tarian tradisional NTT sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang bagi para peserta simposium.
Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Undana sebagai tuan rumah penyelenggaraan AJIVE ke-10.
Ia mengatakan Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026 sebagai wadah penting untuk memperkuat kolaborasi akademik dan riset dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kesehatan hewan.
“Kami mendukung kegiatan akademik seperti ini sebagai bagian dari penguatan riset. , sehingga menjadi kebanggan kami karena Undana di pilih sebagai tempat berdiskusi para pakar dari seluruh Indonesia dan mitra dari Jepang untuk menghasilkan berbagai solusi terhadap tantangan-tantangan di bidang kedokteran hewan,” kata Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng.
Sementara itu Dekan Yamaguchi University Jepang, Prof. Kiyoshi Kano dari Joint Faculty of Veterinary Medicine, menyampaikan terima kasih kepada Undana atas persiapan dan penyelenggaraan AJIVE 2026 yang dinilai berlangsung dengan sangat baik.
“Kami berharap kerja sama antara Indonesia dan Jepang dapat semakin erat, tidak hanya di bidang kedokteran hewan tetapi juga pada bidang-bidang lainnya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Aceh, Prof. Teuku Reza Ferasyi, mewakili Ketua AJIVE sekaligus Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), menegaskan bahwa forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang interaksi akademik, tetapi juga melahirkan berbagai kolaborasi penelitian bersama.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menjalin interaksi secara akademik, tetapi juga menghasilkan riset bersama yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan hewan,” ujarnya.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, menjelaskan dalam kegiatan AJIVE 2026 berbagai isu terkait kesehatan hewan akan dibahas termasuk masalah rabies yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.(ben)






