Undana Dan Pemkab Nagekeo Buka Prodi Kimia Industri Garam

Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D, (keempat dari kiri) sedang menerima Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Drs. Imanuel Ndun, M.Si. (ketiga dari kiri) bersama tim guna membahas pembukaan Program Studi (Prodi) Kimia Industri Garam , Selasa (26/5/2026). Foto/HO Humas Undana
Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D, (keempat dari kiri) sedang menerima Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Drs. Imanuel Ndun, M.Si. (ketiga dari kiri) bersama tim guna membahas pembukaan Program Studi (Prodi) Kimia Industri Garam , Selasa (26/5/2026). Foto/HO Humas Undana

“Dalam kerja sama ini, Undana berkomitmen menyiapkan SDM pengajar dan kurikulumnya, sedangkan pemerintah daerah akan mendukung ketersediaan fasilitas penunjang,” urai Prof. Philiphi.

KUPANG,MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Fakultas Sains dan Teknik (FST) bersama Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Provinsi  Nusa Tenggara Timur  berkolaborasi untuk membuka Program Studi (Prodi) Kimia Industri Garam .

Rencana pembukaan prodi spesifik tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi antara Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Drs. Imanuel Ndun, M.Si., dengan pimpinan FST di ruang kerja Dekan FST Undana, Kupang, Selasa (26/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dekan FST Undana, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pembukaan Prodi Kimia Industri Garam menjadi agenda prioritas universitas.

Prodi ini didesain secara khusus untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian teknis dan sains dalam mengelola sektor industri garam dari hulu ke hilir.

Guna memperluas daya jangkau akses pendidikan bagi masyarakat di daratan Flores, kedua pihak tengah merumuskan skema perkuliahan berbasis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Garam merupakan komoditas yang luar biasa di Nagekeo. Potensi ini harus didorong agar mampu memberikan nilai tambah dan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Dalam kerja sama ini, Undana berkomitmen menyiapkan SDM pengajar dan kurikulumnya, sedangkan pemerintah daerah akan mendukung ketersediaan fasilitas penunjang,” urai Prof. Philiphi.

Saat ini, Tim Kerja FST Undana dan Pemkab Nagekeo sedang merampungkan penyusunan dokumen teknis serta klausul Perjanjian Kerja Sama (PKS). Penandatanganan PKS tersebut dijadwalkan bakal berlangsung dalam waktu dekat sebagai legalitas operasional program kelas khusus ini.

Melalui pembagian peran yang terukur, Pemkab Nagekeo diproyeksikan akan memfasilitasi laboratorium lapangan atau infrastruktur tambak garam yang dapat dijadikan pusat riset dan praktik langsung bagi para mahasiswa.

Urgensi dari pembukaan prodi ini adalah memutus ketergantungan NTT terhadap pasokan garam industri dari luar daerah, sekaligus mengubah metode kelola tradisional menjadi berbasis sains modal modern. Sebagai rumpun ilmu terapan, Prodi Kimia Industri Garam ini diharapkan menjadi motor penggerak industrialisasi daerah.

Langkah inovatif ini menegaskan posisi Undana sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif. Kampus tidak hanya berfokus pada teori literasi, tetapi juga bertindak sebagai agen pemecah masalah (problem solver) yang mampu menjawab kebutuhan sektor ketenagakerjaan berbasis potensi keunggulan wilayah di NTT.

Kolaborasi Undana dan Pebak Nagekeo   sebagai langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi komoditas lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Pertemuan taktis ini merupakan implementasi konkret dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah disepakati  kedua belah pihak sebelumnya. (ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *