Kasus Rabies Di NTT Masuk Agenda Pembahasan AJIVE 2026

Para peserta simposim internasional Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026 sedang mengikuti pembahasan materi dari perwakilan dari Jepang, Sabtu
Para peserta simposim internasional Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026 sedang mengikuti pembahasan materi dari perwakilan dari Jepang, Sabtu

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi mengatakan sejumlah isu kesehatan hewan seperti persoalan rabies di NTT menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam kegiatan simposium  internasional Association of Japan-Indonesia Veterinary Education (AJIVE) 2026 yang berlangsung di Undana 5-7 Juni 2026.

“Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan hewan dibahas dalam kegiatan symposium AJIVE ke 10 seperti  penanganan rabies juga masuk dalam agenda pembahasan peserta,” kata – Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi di Kupang, Jumat.

Bacaan Lainnya

Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, mengatakan penyelenggaraan AJIVE 2026 merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kemitraan internasional guna mendukung kesehatan hewan yang berkelanjutan melalui pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Dia mengatakan sangat bangga dengan adanya kegiatan ini  karena FKKH Undana dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang melibatkan 23 institusi anggota AJIVE, terdiri dari 13 institusi dari Indonesia dan 10 institusi dari Jepang.

“Kami sunguh  merasa terhormat mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Kegiatan ini berlangsung setiap tahun dan menjadi momentum penting bagi para peneliti serta akademisi untuk berbagi ilmu, hasil penelitian, dan berbagai penemuan terbaru,” ujarnya.

Menurut  Dr Christina, penyelenggaraan AJIVE di NTT memiliki arti strategis karena provinsi tersebut dikenal sebagai salah satu sentra peternakan nasional.

“Bagi NTT yang merupakan gudang ternak Indonesia, kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat pengembangan ilmu kesehatan hewan dan peternakan,” katanya.

Sementara itu Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. Dalam kesempatan itu, Prof. Jefri mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan-kegiatan akademik seperti ini sebagai bagian dari diseminasi hasil-hasil riset.

“Kegiatan symposium seperti ini  kita bisa berdiskusi dengan teman-teman seluruh Indonesia dan mitra internasional dari Jepang untuk menghasilkan solusi dan tantangan-tantangan perkembangan ilmu di bidang kedokteran hewan,” kata Prof Jefri Balle.

Prof Jefri Balle  menegskan  kegiatan simposium seperti ini  sangat baik  apalagi dilakukan menjelang Dies Natalis Undana ke-64 yang puncak berlangsung pada tanggal 1 September 2026. (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *