Undana Mulai Hidupkan Kembali Unit Kegiatan Mahasiswa

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc.,
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc.,

“Selain pendidikan akademik, pembentukan karakter mahasiswa sangatlah krusial. Melalui pembinaan spiritual, kita ingin memastikan mahasiswa memiliki nilai moral dan integritas yang kuat sebagai bekal mereka di masa depan,” ujar Dr. Siprianus

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menghidupkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa

Bacaan Lainnya

Setelah sempat vakum selama beberapa tahun, struktur kepengurusan UKM berbasis keagamaan ini telah resmi terbentuk dan dijadwalkan akan dilantik dalam waktu dekat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., menjelaskan bahwa pelantikan pengurus akan dilaksanakan segera setelah masa libur berakhir. Langkah ini diambil untuk memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh.

Keberadaan organisasi kerohanian di Undana sebenarnya bukan merupakan hal baru. Sebelumnya, kelompok kerohanian mahasiswa aktif mewarnai dinamika kampus, namun sejak tahun 2019, organisasi-organisasi tersebut tidak lagi berjalan sebagai unit resmi di bawah naungan universitas.

“Selain pendidikan akademik, pembentukan karakter mahasiswa sangatlah krusial. Melalui pembinaan spiritual, kita ingin memastikan mahasiswa memiliki nilai moral dan integritas yang kuat sebagai bekal mereka di masa depan,” ujar Dr. Siprianus saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat.

Dalam skema pembentukan kali ini, universitas memutuskan untuk membentuk UKM secara terpisah sesuai dengan agama masing-masing guna optimalisasi pembinaan. Hingga saat ini, terdapat tiga UKM yang telah merampungkan struktur kepengurusannya dan siap untuk dilantik, yakni UKM Kerohanian Islam, UKM Kerohanian Katolik, dan UKM Kerohanian Protestan.

Sementara itu, untuk mahasiswa beragama Hindu, pihak universitas mengaku masih dalam tahap penjajakan dan pengumpulan anggota.

“Kami sudah berkomunikasi dengan mahasiswa Hindu, namun saat ini jumlah anggota yang siap bergabung masih terbatas. Jika sudah memenuhi kuota yang memadai, UKM Kerohanian Hindu tentu akan segera kami bentuk,” tambah Dr. Siprianus.

Sebagai organisasi kemahasiswaan resmi di tingkat universitas, UKM Kerohanian akan memiliki struktur yang dipimpin langsung oleh mahasiswa dengan pendampingan dari dosen pembina. Organisasi ini berkedudukan setara dengan UKM lainnya di bawah sistem universitas, tanpa berada di bawah koordinasi organisasi mahasiswa lainnya.

Universitas menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk pendanaan kegiatan maupun penyediaan fasilitas kampus. Kehadiran UKM ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pengembangan spiritualitas pribadi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman lingkungan kampus Undana. (ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *